alexametrics

YLKI: Proyek Konstruksi Jangan Seperti Angkot Kejar Setoran

loading...
YLKI: Proyek Konstruksi Jangan Seperti Angkot Kejar Setoran
YLKI menyebut percepatan pelaksanaan pembangunan proyek infrastruktur seperti sopir angkot mengejar setoran. Foto: Ilustrasi/Komaruddin Bagja Arjawinangun/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengkritik keras pelaksanaan percepatan pembangunan proyek infrastruktur yang disebut seperti sopir angkot mengejar setoran.

"Yang penting pekerjaan selesai, tanpa mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpangnya. Terakhir, tadi pagi jam empat pagi girder tol Becakayu roboh, dengan menelan beberapa korban (masih kritis)," cetus Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam siaran pers, Selasa (20/2/2018).

Kecelakaan konstruksi terhadap proyek infrastruktur yang terjadi secara beruntun, dengan puluhan korban menurutnya membuktikan hal itu. Kecelakaan konstruksi yang sebagian terbukti terjadi karena kegagalan konstruksi (construction failure) menurutnya membuktikan bahwa proyek tersebut tidak direncanakan dengan matang dan atau pengawasan yang ketat dan konsisten.

Atas kejadian itu, YLKI mengritik keras dan mendesak pemerintah untuk membentuk tim investigasi independen dengan tugas utama melakukan forensik rekayasa (engineering forensic) untuk menyimpulkan apakah yg terjadi  merupakan kegagalan dalam perencanaan konstruksi, kegagalan dalam pelaksanaan konstruksi, atau kegagalan dalam hal pengawasan konstruksi.

Tim investigasi dimaksud, tegas dia, sangat mendesak khusus untuk mengaudit ulang terhadap proyek infrastruktur yang sedang berjalan. YLKI berharap jangan sampai proyek infrastruktur tersebut mengalami kegagalan konstruksi berulang saat digunakan konsumen.

"Kita bisa bayangkan, korban masal akan terjadi jika kecelakaan konstruksi tersebut terjadi saat digunakan konsumen," tandasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak