alexametrics

Proyek Infrastruktur Diawasi Ketat

loading...
Proyek Infrastruktur Diawasi Ketat
Proyek Infrastruktur Diawasi Ketat. (Koran SINDO).
A+ A-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan seluruh proyek infrastruktur jalan layang (elevated) di Indonesia dihentikan sementara. Keputusan tersebut diambil menyusul banyaknya kecelakaan kerja pada proyek infrastruktur yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Presiden menegaskan, penghentian proyek elevated tersebut, tidak hanya pada infrastruktur jalan tol, tetapi menyeluruh termasuk light rail transit (LRT) dan fly over di seluruh Indonesia. Jokowi juga meminta agar seluruh proyek pembangunan yang dilakukan pemerintah diawasi ketat secara rutin.

“Pengawasan terhadap (pembangunan) infrastruktur, terutama yang konstruksinya di atas (layang) memerlukan pengawasan lebih ketat dan rutin. Ini pekerjaan detail, tidak mungkin diawasi sambil lalu. Pekerjaan normal atau cepat, semuanya butuh manajemen kontrol yang detail,” ujar Presiden di Istana Negara, Jakarta, kemarin.

Instruksi Presiden tersebut disampaikan merespons kecelakaan kerja yang kembali terjadi pada proyek infrastruktur. Kemarin, cetakan untuk pengecoran beton atau bekisting pier head jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di Jalan DI Pandjaitan, Jakarta Timur, terjatuh sekitar pukul 03.00 WIB. Akibatnya, tujuh orang mengalami luka berat dan saat ini dirawat di Rumah Sakit (RS) UKI dan RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Ambruknya cetakan beton untuk tiang penyangga Tol Becakayu yang digarap PT Waskita Karya (Persero) Tbk itu, menambah panjang daftar kecelakaan pada proyek infrastruktur yang digarap pemerintah. Dalam tujuh bulan terakhir setidaknya 16 insiden kecelakaan kerja di sejumlah proyek infrastruktur besar di Tanah Air.

Di antaranya, proyek LRT di Palembang pada Agustus 2017 di mana badan jembatan penyeberangan orang jatuh menimpa pekerja. Kemudian, pada September 2017 terjadi kecelakaan kerja di overpass proyek pembangunan jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi). Selain itu, girder jatuh pada proyek jalan tol Pasuruan-Probolinggo pada Oktober 2017. Selanjutnya, crane ambruk di proyek jalan tol elevated Jakarta-Cikampek pada November 2017. Selanjutnya, kecelakaan kerja juga terjadi akibat robohnya konstruksi proyek LRT di Pulo Gadung pada Januari 2018, serta ambruknya crane pengangkut beton pada proyek Double Double Track (DDT) di Jalan Matraman Raya, Jatinegara pada 4 Februari lalu.

Terkait moratorium pembangunan infrastruktur, Presiden menilai hal tersebut merupakan keputusan Kementerian PUPR untuk melakukan evaluasi total. Diakuinya, ada infrastruktur yang perlu dipercepat untuk Asian Games 2018, akan tetapi ada infrastruktur yang penuntasannya membutuhkan waktu lama.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memastikan, seluruh proyek elevated diberhentikan sementara . Menurutnya, penghentian ini akan dilakukan sampai evaluasi oleh Kementerian PUPR selesai sebagai antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang.

“Konstruksi layang dihentikan sementara untuk dievaluasi bersama oleh tim komite keselamatan konstruksi. Nanti dari Kementerian BUMN juga akan dievaluasi dengan konsultan secara independen,” ungkapnya.

Basuki mengatakan, beberapa hal yang akan dievaluasi di antaranyta metode kerja. Hal ini perlu mendapat perhatian karena ambruknya konstruksi terjadi saat malam menjelang pagi hari.

“Jadi metode kerjanya, SDM (sumber daya manusia), SOP (standard operational procedure), peralatan, semua akan dievaluasi. Termasuk desain untuk bisa ditemukan akar penyebabnya,” ungkapnya.

Bisa Kena Sanksi

Basuki juga memastikan akan ada sanksi bagi kontraktor yang terindikasi menyalahi prosedur kerja. Kendati demikian, dia menyatakan tidak ada kerugian negara akibat berbagai insiden kecelakaan kerja tersebut.

Adapun terkait sanksi kepada kontraktor Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno belum dapat memastikannya. Menurutnya, sanksi akan diberikan setelah dilakukan evaluasi dan diketahui kesalahannya.

“Tergantung ditemukan kesalahannya ada dimana. Saya tidak bisa mengatakan siapa, apa, bagaimana. Kita menunggu sampai hasilnya,” ucapnya.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak