2 Proyek Transportasi Canggih di Indonesia, Jadi Masa Kejayaan Kereta Api
Selasa, 26 Desember 2023 - 16:15 WIB
loading...
A
A
A
Namun kini, sederet masalah tersebut sudah mulai dapat teratasi meskipun membutuhkan waktu yang lumayan lama. Kini jumlah trainset yang beropasi sudah menjadi 16 trainset dengan jarak antar kedatangan kereta hanya berkisar 7 hingga 14 menit.
Sementara itu, Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung baru bisa diresmikan Jokowi pada 2 Oktober 2023 di Stasiun Halim, Jakarta. Kereta ini disebut-sebut menjadi kereta cepat pertama di Asia Tenggara. Peresmian tersebut sebenarnya juga sama seperti LRT Jabodebek yang beberapa kali mengalami mundur, hal ini lantaran belum terlalu siap proyek tersebut diresmikan hingga jadwal Presiden sendiri yang tak sesuai.
Adapun dalam peresmian tersebut, Jokowi juga mengenalkan jenama baru dari proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Nama tersebut yakni Whoosh. "Kereta cepat Jakarta Bandung ini merupakan kereta cepat pertama di Indonesia dan juga pertama di Asia Tenggara. Dengan kecepatan 350 km per jam, dan kereta cepat ini kita namakan Whoosh, W, o, o, s, h, di baca whoosh," kata Jokowi.
Proyek ini sendiri sudah direncanakan sejak tahun 2016 dengan lintasan sepanjang 142,3 kilometer dari Jakarta menuju Bandung dalam waktu 36 menit untuk perjalanan langsung, hingga 46 menit dengan kondisi perjalanan berhenti disetiap stasiun. Melewati empat stasiun, di antaranya Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Padalarang, dan Stasiun Tegalluar. Namun kini Stasiun Karawang juga belum dibuka untuk pemberhentian maupun pemberangkatan penumpang.
Pada awalnya proyek kereta cepat ini diperkirakan menelan biaya Rp86,67 triliun, namun terjadi pembengkakan (cost overrun) menjadi sekira Rp114,24 triliun pada 2021. Sementara untuk besaran biaya pembengkakan proyek kereta cepat pemerintah Indonesia dan China sudah menyepakatinya yakni USD1,2 miliar atau setara Rp18 triliun.
"(Cost overrun) sudah di angka USD 1,2 miliar udah final. udah selesai. Untuk bunganya kisarannya 3,5 sampai 4, lagi negosiasi," katanya di saat ditemui di Jakarta pada Selasa (3/10/2023).
Adapun kereta cepat Jakarta-Bandung menggunakan kereta cepat generasi terbaru, yakni CR400AF. CR400AF merupakan hasil pengembangan tipe CRH380A oleh CRRC Qingdao Sifang. CR400AF memiliki lebar 3,36 meter, tinggi 4,05 meter, dengan panjang kepala kereta 27,2 meter dan intermediate kereta 25 meter.
Sementara itu, Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung baru bisa diresmikan Jokowi pada 2 Oktober 2023 di Stasiun Halim, Jakarta. Kereta ini disebut-sebut menjadi kereta cepat pertama di Asia Tenggara. Peresmian tersebut sebenarnya juga sama seperti LRT Jabodebek yang beberapa kali mengalami mundur, hal ini lantaran belum terlalu siap proyek tersebut diresmikan hingga jadwal Presiden sendiri yang tak sesuai.
Adapun dalam peresmian tersebut, Jokowi juga mengenalkan jenama baru dari proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Nama tersebut yakni Whoosh. "Kereta cepat Jakarta Bandung ini merupakan kereta cepat pertama di Indonesia dan juga pertama di Asia Tenggara. Dengan kecepatan 350 km per jam, dan kereta cepat ini kita namakan Whoosh, W, o, o, s, h, di baca whoosh," kata Jokowi.
Proyek ini sendiri sudah direncanakan sejak tahun 2016 dengan lintasan sepanjang 142,3 kilometer dari Jakarta menuju Bandung dalam waktu 36 menit untuk perjalanan langsung, hingga 46 menit dengan kondisi perjalanan berhenti disetiap stasiun. Melewati empat stasiun, di antaranya Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Padalarang, dan Stasiun Tegalluar. Namun kini Stasiun Karawang juga belum dibuka untuk pemberhentian maupun pemberangkatan penumpang.
Pada awalnya proyek kereta cepat ini diperkirakan menelan biaya Rp86,67 triliun, namun terjadi pembengkakan (cost overrun) menjadi sekira Rp114,24 triliun pada 2021. Sementara untuk besaran biaya pembengkakan proyek kereta cepat pemerintah Indonesia dan China sudah menyepakatinya yakni USD1,2 miliar atau setara Rp18 triliun.
"(Cost overrun) sudah di angka USD 1,2 miliar udah final. udah selesai. Untuk bunganya kisarannya 3,5 sampai 4, lagi negosiasi," katanya di saat ditemui di Jakarta pada Selasa (3/10/2023).
Adapun kereta cepat Jakarta-Bandung menggunakan kereta cepat generasi terbaru, yakni CR400AF. CR400AF merupakan hasil pengembangan tipe CRH380A oleh CRRC Qingdao Sifang. CR400AF memiliki lebar 3,36 meter, tinggi 4,05 meter, dengan panjang kepala kereta 27,2 meter dan intermediate kereta 25 meter.
Lihat Juga :