alexametrics

IHSG Dibuka Berbalik Melemah, Bursa Asia Mixed

loading...
IHSG Dibuka Berbalik Melemah, Bursa Asia Mixed
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa (13/3/2018) dibuka berbalik melemah ketika kemarin sempat melesat. Foto/Ilustrasi, SINDO Photo
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa (13/3/2018) dibuka berbalik melemah ketika kemarin sempat melesat. Sesi pagi ini, IHSG melemah ke level 6.498,26 usai kehilangan 2,43 poin yang setara dengan 0,04%.

Sementara pada perdagangan awal pekan kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup dengan raihan positif. IHSG berakhir ke level 6.500,69 dengan peningkatan sebesar 67,36 poin atau 1,05%.

Di sisi lain pada pagi ini, sektor saham dalam negeri terlihat mayoritas berada dalam jalur negatif dipimpin kejatuhan sektor infrastruktur minus 0,99% dan konsumer yang melemah 0,80%. Sedangkan satu-satunya sektor yang mengalami kekuatan dicetak oleh perkebunan yang bertambah 0,08%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp29 miliar dengan 11 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp7,51 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp24,21 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp16,69 miliar. Tercatat 20 saham naik, 7 saham turun dan 18 saham stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) meningkat Rp275 menjadi Rp77.400, PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk. (INTP) naik Rp250 ke level Rp20.775 serta PT United Tractors Tbk. (UNTR) bertambah Rp200 ke posisi Rp36.650.

Selanjutnya saham-saham lain yang melemah yakni PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) menyusut Rp125 menjadi Rp10.575, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) turun Rp100 ke level Rp8.225 dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) berkurang Rp40 menjadi Rp4.160.

Dilansir CNBC, pasar saham Asia diperdagangkan bervariasi pada hari ini, setelah Wall Street menghentikan kenaikan karena investor khawatir tarif impor yang ditetapkan Donald Trump terhadap impor baja dan aluminium bisa memicu perang dagang. Beberapa negara Asia diperkirakan akan menderita imbas kebijakan baru Washington.

Indeks acuan Jepang, Nikkei 225 tergelincir 0,22% di tengah perkembangan baru skandal nepotisme yang bisa menekan pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe. Di sektor baja, JFE Holdings kehilangan 1,81% dan Nippon Steel turun 1,22%.

Kenaikan justru dicetak indeks Kospi di Korea Selatan yang melombat sebesar 0,04% ketika Posco menutup kerugian awal untuk mendapatkan tambahan sebesar 0,42%. Sedangkan tekanan menimpa Dongkuk Steel dan Hyundai Steel, yang masing-masing turun sekitar 1%.

Bursa Hong Kong, Indeks Hang Seng juga lebih tinggi 0,24% dengan sebagian besar sektor perbankan diperdagangkan dalam zona hijau. Hal yang sama juga terjadi pada bursa saham di daratan China yang mendatar pada jalur positif ketika komposit Shanghai naik 0,13%.
(akr)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak