alexametrics

Harga Minyak Dunia Jatuh Saat Produksi AS Kembali Menekan Pasar

loading...
Harga Minyak Dunia Jatuh Saat Produksi AS Kembali Menekan Pasar
Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan pada perdagangan hari ini, setelah kenaikan output minyak mentah Amerika Serikat (AS) membebani pasar Internasional. Foto/Ilustrasi
A+ A-
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan pada perdagangan hari ini, Selasa (13/3/2018) setelah kenaikan output minyak mentah Amerika Serikat (AS) membebani pasar Internasional. Sebelumnya produksi minyak Negeri Paman Sam -julukan AS- sempat tertahan untuk mendongkrak harga minyak.

Seperti dilansir Reuters, minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di level USD61,20 per barel pada pukul 01.22 GMT dengan mengalami penurunan sebesar 16 sen atau 0,2% dari penutupan sebelumnya. Sementara harga minyak berjangka Brent berada pada posisi USD64,80 per barel yang tercatat menyusut 15 sen atau 0,2%.

Kedua tolok ukur harga minyak mentah dunia tersebut jatuh sekitar 1% pada sesi sebelumnya. "Turunnya harga minyak dunia terjadi di tengah kekhawatiran bahwa melonjaknya produksi AS dapat mendorong persediaan minyak AS lebih tinggi," kata bank ANZ pada hari Selasa.

Produksi minyak mentah AS tercatat melonjak melewati 10 juta barel per hari (bpd) pada akhir 2017, menyalip output dari eksportir utama seperti Arab Saudi. Diperkirakan output AS bakal terus meningkat hingga tembus di atas 11 juta bph pada akhir 2018, mengambil posisi teratas dari Rusia, berdasarkan Badan Energi Internasional (IEA).

Lonjakan produksi AS yang terus meningkat sebagian besar berasal dari produksi minyak shale darat. Produksi minyak mentah Negeri Paman Sam dari kilang utama diprediksi bertambah sebesar 131.000 bpd pada bulan April dari bulan sebelumnya ke rekor tertinggi 6,95 juta barel per hari, seperti disampaikan Administrasi Informasi Energi AS dalam laporan produktivitas bulanan

Kenaikan yang diramalkan tersebut akan melampaui kenaikan 105.000 bpd di bulan Maret dari bulan sebelumnya, ke tingkat yang diperkirakan akan menjadi rekor tertinggi 6,82 juta bpd, kata EIA. Sementara AMDAL akan menerbitkan data produksi mingguan AS pada tengah pekan ini.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak