alexametrics

Hadapi Era Ekonomi Digital, KSP Dorong Anak Muda Bersikap Inovatif

loading...
Hadapi Era Ekonomi Digital, KSP Dorong Anak Muda Bersikap Inovatif
KSP Moeldoko mengingatkan anak muda Indonesia untuk membangun sikap optimistis dan inovatif dalam merespons perkembangan era ekonomi digital. Foto/Ilustrasi
A+ A-
MATARAM - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengingatkan anak muda Indonesia untuk membangun sikap optimistis dan inovatif dalam merespons perkembangan era ekonomi digital. Hal tersebut disampaikan di depan ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Moeldoko mengakui, setiap anak muda memiliki persoalan di sekelilingnya. Namun, hal itu justru harus dilihat bukan sebagai penghalang, melainkan peluang dan kesempatan. "Maka berinovasilah, atau mati," ujar Moeldoko.

Dia menambahkan, perubahan yang terjadi di dunia berlangsung sangat cepat. Contohnya tekonologi robot hingga kecerdasan buatan. Pemerintahan Jokowi-JK merespons perubahan dunia itu. Maka pemerintah mendorong terciptanya ekosistem yang tepat untuk menumbuhkan sikap adaptif serta responsif oleh kaum muda Indonesia terhadap perubahan yang ada.

Presiden Jokowi, lanjut Moeldoko, sangat mengapresiasi aksi-aksi dan langkah-langkah nyata yang dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda lainnya. "Dalam sistem sosial dan politik seperti sekarang ini, terbuka kesempatan bagi siapapun dan menjadi apapun," paparnya.



Moledooko menyebut Presiden Jokowi sudah tujuh kali mengunjungi NTB dan bertemu dengan banyak pihak. Sementara kedatangan Kepala Staf Kepresidenan ke NTB, salah satunya bertujuan untuk mendengar dan mendapatkan masukan dari para tokoh, ulama, akademisi, budayawan, birokrat, dan penggiat sosial di Mataram tentang berbagai program strategis yang ditujukan bagi masyarakat NTB.

Lebih lanjut Ia mengaku ingin lebih banyak mendengar dari kalangan ulama dan santri di NTB, akademisi dan tokoh masyarakat, sekaligus menjelaskan kebijakan-kebijakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-JK. Makanya kegiatan tersebut juga menggunakan tagar #SantriBicara #KSPMendengar.

Tujuannya, supaya apa yang sedang dan akan dikerjakan oleh Pemerintah, dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat. “Untuk itu, kami ingin banyak mendengarkan, termasuk dari kalangan santri dan ulama,” tegas dia.

Tuan Guru Bajang menyambut positif materi yang disampaikan Moeldoko. Dia mendukung kaum muda untuk terus berinovasi. "Jika ada orang lain memberikan hal baik kepada kita, kita harus membalasnya dengan yang lebih baik. Mari kita berlomba-lomba untuk menjadi inovatif dan optimis," tutur Tuan Guru Bajang.

Moeldoko juga sempat menyampaikan pembangunan di NTB yang telah dilakukan lewat proyek strategis nasional yang dikerjakan pemerintah pusat yakni pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, pengembangan jaringan Global Hub Kayangan, sejumlah bendungan di Pulau Sumbawa, dan pembangkit listrik bergerak (mobile power plant).

"Jika tiga itu saja kita kembangkan secara baik, ekonomi NTB memang akan tumbuh lebih baik. Pertumbuhan ekonomi NTB di luar tambang saat ini mencapai 7,1%," kata Tuan Guru Bajang menanggapi.

Acara diskusi yang digelar KSP bekerja sama dengan Universitas Mataram itu adalah bagian dari rangkaian kegiatan KSP menyambangi kampus-kampus untuk mendapatkan masukan, usulan, kritik, dan tanggapan atas berbagai program dan kebijakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-JK.

Sebelumnya, kegiatan serupa diselenggarakan di Yogyakarta, Bandung, Padang dan Makassar. Hadir dalam kegiatan di Universitas Mataram itu, antara lain Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH. Zainul Majdi, Rektor Universitas Mataram Lalu Husni, Kapolda NTB Brigjen (Pol) Drs. Firly, Komandan Pangkalan Udara Rembiga Kolonel (Pnb) Dodi Fernando. adapun penanggap dari kalangan akademisi, yakni DR. Firmansyah.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak