Fantastis! Utang AS Capai Rp510 Kuadriliun, Tiap Orang Tanggung Rp1,5 Miliar

Rabu, 03 Januari 2024 - 09:53 WIB
loading...
Fantastis! Utang AS...
Utang pemerintah AS untuk pertama kalinya dalam sejarah melampaui angka USD34 triliun atau sekitar Rp510.000 triliun. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Utang pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya dalam sejarah telah melampaui angka USD34 triliun atau sekitar Rp510.000 triliun atau Rp510 kuadriliun (kurs Rp15.000 per USD). Besaran utang Negeri Paman Sam itu lebih dari dua kali lipat total utang negara China.

Departemen Keuangan AS mengungkapkan total utang baru pada hari Selasa (2/1), dengan mengatakan jumlah tersebut melampaui angka USD34 triliun hingga hampir USD1,5 miliar pada 29 Desember, hari kerja terakhir tahun 2023. Pinjaman meningkat sebesar USD90 miliar dari hari sebelumnya.

Baca Juga: Jokowi Tambah Utang Rp5.400 Triliun Sejak 2014, Total Lebih Rp8.000 Triliun

Dengan utang publik sebesar itu, artinya penduduk AS saat ini menanggung utang sekitar USD102.000 atau Rp1,5 miliar per orang, atau hampir USD260.000 (Rp3,9 miliar) per rumah tangga. Menurut Peter G. Peterson Foundation, sebuah kelompok kebijakan fiskal non-partisan di New York, total utang federal AS kira-kira setara dengan gabungan perekonomian China, Jerman, Jepang, India, dan Inggris.

"Kita memulai tahun baru, namun utang nasional kita masih berada pada jalur yang sama yang merusak dan tidak berkelanjutan," kata CEO yayasan Michael Peterson, seperti dikutip RT, Rabu (3/1/2023). Dia menambahkan, penambahan triliunan utang dari tahun ke tahun, harus menjadi peringatan bagi pembuat kebijakan yang peduli terhadap masa depan AS.

Sebagai perbandingan, menurut perkiraan IMF, China memiliki utang pemerintah sekitar USD14 triliun pada tahun lalu. Utang pemerintah AS setara dengan total gabungan lima peminjam terbesar berikutnya di dunia – China, Jepang, Inggris, Prancis, dan Italia.

Sedangkan persentase utang AS terhadap PDB adalah lebih dari 123%, di atas China yang sebesar 83%. Sementara, posisi teratas diduduki Jepang yang memiliki beban utang terbesar dibandingkan PDB mencapai 255%.

Baca Juga: Hamas Setop Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza setelah Pembunuhan Arouri

Pinjaman AS telah meningkat sebesar USD6,25 triliun (Rp93.750 triliun), atau 23%, sejak Presiden Joe Biden menjabat tiga tahun lalu. Sebagai gambaran, dibutuhkan waktu sekitar 225 tahun sejak negara ini berdiri untuk mencapai utang publik sebesar USD6 triliun.

Sebagai perbandingan, utang pemerintah Indonesia per November 2023 mencapai Rp8.041,01 triliun. Sejak awal Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat pada 2014, penambahan utang yang terjadi "hanya" sebesar Rp5.432,21 triliun.

Pertumbuhan utang AS telah meningkat pesat dalam dua dekade terakhir. Angka tersebut melonjak lebih dari USD9 triliun selama delapan tahun kepemimpinan Barack Obama, kemudian meningkat sebesar USD7,8 triliun selama masa jabatan empat tahun Donald Trump.

Biaya bunga utang AS meningkat menjadi USD659 miliar pada tahun fiskal terakhir pemerintah, setara dengan dua kali lipat seluruh anggaran federal Rusia. Pembayaran bunga akan berjumlah sekitar USD750 miliar tahun ini, atau lebih dari USD2 miliar per hari.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Rekomendasi
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan terkait Penggeledahan
Kroasia Kalahkan Panama,...
Kroasia Kalahkan Panama, Gol Ante Budimir Jaga Asa Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Infografis
Ukraina Menolak Bayar...
Ukraina Menolak Bayar Utang Rp5.705 Triliun kepada AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved