alexametrics

Ke Amerika Serikat, Pangeran Arab Saudi Tingkatkan Belanja Militer

loading...
Ke Amerika Serikat, Pangeran Arab Saudi Tingkatkan Belanja Militer
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan daftar senjata buatan negaranya kepada Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman. Foto/Reuters
A+ A-
WASHINGTON - Putera Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman mengadakan pertemuan khusus dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di Gedung Oval, Washington. Dalam pertemuan, Trump menyambut baik keinginan Saudi untuk membeli lebih banyak peralatan militer dari Amerika. Laksana seorang “salesman” Trump menampilkan katalog bergambar mesin-mesin perang teranyar dari Negeri Paman Sam.

Mengutip dari CNBC, Rabu (21/3/2018), Gedung Putih menawarkan Saudi untuk lebih banyak lagi membeli senjata dari mereka. “Arab Saudi adalah negara yang sangat kaya. Amerika memiliki peralatan militer terbaik di mana pun di dunia. Pembelian ini bisa membantu pekerjaan di Amerika Serikat,” kata Trump.

Monarki kaya minyak di Timur Tengah ini, merupakan salah satu mitra strategis Amerika dan pembeli signifikan dari industri pertahanan Amerika. “Tidak ada yang bahkan mendekati kami dalam hal teknologi dan kualitas peralatan militer. Dan saya tahu Arab Saudi sangat menghargai ini,” sambung Trump.



Presiden AS menyebut pembelian peralatan militer oleh Saudi telah membantu 40.000 pekerjaan di Amerika. Untuk itu, Trump lalu menunjukkan beberapa gambar peralatan militer dari tiga matra: darat, laut, dan udara, agar Arab Saudi meningkatkan belanjanya.

Pangeran Mohammed bin Salman langsung menyambutnya. Ia berjanji akan meningkatkan belanja militer Saudi, dari USD200 miliar pada tahun lalu menjadi USD400 miliar atau Rp5.505 triliun (estimasi kurs Rp13.762 per USD) dan kesepakatan kerja sama selama 10 tahun.

Steelah bertemu Trump, putera mahkota berusia 32 tahun itu akan bertemu Menteri Pertahanan James Mattis, Menteri Keuangan Steven Mnuchin, Menteri Perdagangan Wilbur Ross, Direktur CIA Mike Pompeo, dan Penasihat Kemanan Nasional H.R. McMaster. Delegasi Saudi juga dijadwalkan bertemu raksasa industri pertahanan Lockheed Martin dan Boeing.

Tawaran Trump tersebut menunjukkan ia sebagai pedagang yang mumpuni. Dalam sembilan bulan terakhir saja, Amerika Serikat telah mengantongi USD54 miliar atau sekitar Rp743 triliun dari penjualan peralatan militer ke Arab Saudi. Berikut beberapa senjata buatan AS yang sedang dipertimbangkan Saudi untuk dibeli.

Kendaraan lapis baja


Ke Amerika Serikat, Pangeran Arab Saudi Tingkatkan Belanja Militer

Tank M1/A1 Abrams Foto/US Marines

Digunakan di hampir setiap konflik Amerika Serikat sejak dibangun pada tahun 1980, tank tempur M1 Abrams menjadi andalan Angkatan Darat AS dan Korps Marinir. Berbobot hampir 70 ton, tank Abrams menjadi salah satu yang terberat di dunia. Meski beratnya besar namun daya tembak yang menakutkan dan kemampuan manuver yang mengesankan membuat kendaraan lapis baja ini laris di pasaran. Perkiraan biaya peralatan, pelatihan, dan dukungan logistik mencapai USD1,15 miliar. Kontraktor utama adalah General Dynamics Land Systems yang bermarkas di Sterling Heights, Michigan.

153 unit tank M1A/A2 Abrams
153 senapan mesin M2 kaliber .50
266 senapan mesin 7.62mm M240
153 peledak granat M250
20 unit M88A l/A2 alat berat atau alat angkut dengan sistem evakuasi yang dikenal sebagai kendaraan Hercules
169 AN/VAS-5 driver vision enhancer-Abrams
133 perangkat penglihatan malam AN/PVS-7B
4.256 rounds M865 training ammunition
2.394 rounds M831Al training ammunition

Helikopter


Ke Amerika Serikat, Pangeran Arab Saudi Tingkatkan Belanja Militer

CH-47F Chinook Foto/Departemen Pertahanan AS

Helikopter CH-47F Chinook merupakan helikopter rotor ganda yang digunakan oleh Angkatan Darat AS serta tentara internasional lainnya. Misi utama mengangkut tentara, artileri, dan membawa bahan bakar. Perkiraan biaya peralatan, pelatihan, dan dukungan terkait sekitar USD3,51 miliar. Yang akan menjadi kontraktor utama adalah Boeing Military Aircraft Company di Ridley Park, Pennsylvania, dan Honeywell Aerospace di Phoenix, Arizona.

48 unit helikopter kargo CH-47F Chinook
58 unit sitem peringatan rudal AN/AAR-57
48 senjata mesin dan suku cadang M240H 7.62mm

Kapal


Ke Amerika Serikat, Pangeran Arab Saudi Tingkatkan Belanja Militer

Kapal perang kelas littoral USS Freedom Foto/Angkatan Laut AS

Arab Saudi tertartik dengan kapal tempur littoral, kelas kapal angkatan laut terbaru yang dirancang untuk kapal perang dan perang anti kapal selam. Perkiraan biaya peralatan terkait, suku cadang, dan dukungan logistic mencapai USD11,25 miliar. Kontraktor utama adalah Lockheed Martin dari Bethesda, Maryland.

4 Multi-Mission Surface Combatant turunan dari kapal tempur kelas littoral Angkatan Laut AS
48 senapan mesin kaliber 50
8 sistem peluncuran vertikal MK-41 untuk menembakkan rudal di platform angkatan laut
532 rudal RIM-162 Evolved Sea Sparrow
48 rudal RGM-84 Harpoon Blok II
5 MK-15 Mod 31 SeaRAM Close-In Weapon System
188 RIM 116C Block II Rudal Airframe
5 MK-75 76mm sistem OTO Melara Gun

Sistem pertahanan rudal


Ke Amerika Serikat, Pangeran Arab Saudi Tingkatkan Belanja Militer

Sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense Foto/Reuters

Trump menampilkan foto sistem rudal THAAD (Terminal High Altitude Area Defense). Sistem rudal ini sempat ditempatkan AS di Korea Selatan untuk melindungi negara itu dari ancaman Korea Utara. Ini merupakan sistem pertahanan rudal paling canggih saat ini di dunia. Karena dapat memburu dan meledakkan rudal yang ingin menyerang tepat di luar angkasa.

Sistem pertahanan rudal ini memiliki mobilitas tinggi karena bisa diluncurkan dari truk. Perkiraan biaya peralatan, layanan, dan dukungan logistic mencapai USD15 miliar. Kontraktor utama adalah Lockheed Martin Space Systems di Dallas, Texas; Camden, Arkansas; Troy dan Huntsville, Alabama; serta Raytheon di Andover, Massachusetts.

44 unit peluncur THAAD
360 unit rudal interceptor THAAD
7 unit radar AN/TPY-2
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak