Sudah Teken, Utang Kereta Cepat Whoosh dari China Sebentar Lagi Cair
Senin, 08 Januari 2024 - 13:30 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah memang mengajukan pinjaman ke CDB senilai USD550 juta atau setara Rp8,3 triliun. Pinjaman kepada CDB sudah diajukan sejak awal 2022 lalu. Lantaran interest rate atau suku bunga yang diminta Indonesia tak sesuai dengan standar CDB, maka pencairan pun mendek sebelumnya.
Tiko menilai pihak China Development Bank bersikeras menetapkan tingkat suku bunga di kisaran 3-3,5%. Sementara itu, Indonesia ambil langkah negosiasi agar bunga pinjaman bisa diturunkan menjadi 2 persen.
“Terakhir di bawah 4 persen, kisarannya di kisar 3 persen lah, saya lupa ya, tapi antara 3-3,5 persen lah," ucap dia saat ditemui di kawasan DPR/MPR pada Oktober 2023 lalu.
Sambung Tiko memastikan utang Whoosh tidak dilunasi dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), melainkan melalui kas KAI dan hasil penjualan tiket kereta cepat. Karena pinjaman menjadi modal KAI.
"Saya mau tekankan sumber pembayarannya tiket juga, jadi bukan ditanggung rakyat Indonesia. Kan KAI juga itu kan perusahaan sehat, jadi bukan utang itu ditanggung masyarakat Indonesia, ada korporasi dan ada penjualan tiket, jadi itu narasi yang salah," bebernya.
Tiko menilai pihak China Development Bank bersikeras menetapkan tingkat suku bunga di kisaran 3-3,5%. Sementara itu, Indonesia ambil langkah negosiasi agar bunga pinjaman bisa diturunkan menjadi 2 persen.
“Terakhir di bawah 4 persen, kisarannya di kisar 3 persen lah, saya lupa ya, tapi antara 3-3,5 persen lah," ucap dia saat ditemui di kawasan DPR/MPR pada Oktober 2023 lalu.
Sambung Tiko memastikan utang Whoosh tidak dilunasi dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), melainkan melalui kas KAI dan hasil penjualan tiket kereta cepat. Karena pinjaman menjadi modal KAI.
"Saya mau tekankan sumber pembayarannya tiket juga, jadi bukan ditanggung rakyat Indonesia. Kan KAI juga itu kan perusahaan sehat, jadi bukan utang itu ditanggung masyarakat Indonesia, ada korporasi dan ada penjualan tiket, jadi itu narasi yang salah," bebernya.
(akr)
Lihat Juga :