Atikoh Ganjar Wanti-wanti Agar Masyarakat Tidak Mudah Terjerat Pinjol
Selasa, 09 Januari 2024 - 20:01 WIB
loading...
A
A
A
Kata Ernawati, pelaku usaha sepertinya tidak punya uang sehingga beberapa pihak menyarankan pula untuk mengajukan utang.
"Katanya suruh kredit. Ambil dana, sedangkan ibu-ibu ini kalau disuruh utang tidak mau, karena kalau utang, iya, kalau berjalan lancar," kata dia.
Atikoh menjawab keluhan pertama dengan meminta Ernawati bisa menjalani pelatihan tentang pembukuan dalam menentukan harga barang produksi.
"Ketika kita membuat produk, bahan baku harganya berapa, kemudian minyak harganya berapa, bumbu-bumbu harganya berapa, tenaga kerjanya berapa, baru keuntungan itu kita mau ambil berapa persen, apa 10 persen, 15 persen, nanti itu yang untuk menentukan harga jual," kata mantan wartawan itu.
"Jadi, kalau memang bahan baku naik, ndak apa harga produk naik sedikit. Kalau makanan itu, lebih banyak orang melihatnya rasa. Mahal sedikit enggak apa-apa yang penting berkualitas, enak, dan higienis," lanjut Atikoh.
"Katanya suruh kredit. Ambil dana, sedangkan ibu-ibu ini kalau disuruh utang tidak mau, karena kalau utang, iya, kalau berjalan lancar," kata dia.
Atikoh menjawab keluhan pertama dengan meminta Ernawati bisa menjalani pelatihan tentang pembukuan dalam menentukan harga barang produksi.
"Ketika kita membuat produk, bahan baku harganya berapa, kemudian minyak harganya berapa, bumbu-bumbu harganya berapa, tenaga kerjanya berapa, baru keuntungan itu kita mau ambil berapa persen, apa 10 persen, 15 persen, nanti itu yang untuk menentukan harga jual," kata mantan wartawan itu.
"Jadi, kalau memang bahan baku naik, ndak apa harga produk naik sedikit. Kalau makanan itu, lebih banyak orang melihatnya rasa. Mahal sedikit enggak apa-apa yang penting berkualitas, enak, dan higienis," lanjut Atikoh.
Lihat Juga :