alexametrics

Tahun Depan Fokus SDM, Alokasi Anggaran Infrastruktur Relatif Konstan

loading...
Tahun Depan Fokus SDM, Alokasi Anggaran Infrastruktur Relatif Konstan
Alokasi anggaran untuk infrastruktur di tahun ini masih relatif konstan, meskipun tahun depan pemerintah fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM). Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, alokasi anggaran untuk infrastruktur di tahun ini masih relatif konstan, meskipun tahun depan pemerintah memfokuskan untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM). Dengan demikian, anggaran untuk alokasi belanja, modalnya akan tetap meningkat. Sedangkan, ruang dari fiskalnya akan dipakai lebih banyak kepada belanja sosial dan pendidikan.

"Alokasi untuk infrastruktur di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Perhubungan akan tetap dilakukan pada level yang relatif konstan, namun mereka sekarang akan melakukan berbagai macam inisiatif melalui kerja sama antara pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)," ungkap Sri Mulyani.

Di kesempatan yang lain, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengakui, anggarannya di tahun depan akan tetap. Pihaknya juga mengatakan, telah memberlakukan KPBU untuk beberapa proyek infrastruktur. "Dari 107 proyek, yang KPBU ada 5," tambahnya.

Kendati begitu, Basuki menyampaikan sebetulnya fokus pemerintah di tahun depan masih dalam pembangunan infrastruktur. Hanya saja, di tahun depan pemerintah sudah mengarah kepada penguatan SDM. "Kami memang memiliki anggaran untuk SDM, kami memiliki badan pengembangan SDM sendiri, bahkan memiliki training keselamatan konstruksi sendiri, itu yang sedang digencarkan" ungkapnya.

Sementara itu, di tahun depan pihaknya pun menargetkan proyek-proyek infrastruktur seperti trans jawa, perbatasan Kalimantan, dan perbatasan Papua sudah dapat rampung pengerjaannya. "Sementara untuk trans Sumatera saya tidak janji," tambahnya.

Intinya, Sri Mulyani juga menyampaikan, di 2019 sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo pihaknya akan berfokus kepada program-program sosial seperti PKH, program untuk membantu kelompok miskin, pendidikan, kesehatan.

Asal tahu saja, pemerintah mencatat alokasi anggaran belanja infrastruktur mencapai Rp410,7 triliun terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yang mencapai Rp 2.220,7 triliun.

Di tempat terpisah, Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)/PT PII, Armand Hermawan menyatakan sependapat dengan Menteri Keuangan mengenai alokasi anggaran infrastruktur yang masih tetap/konstan.

“Skema KPBU, yang sudah banyak diimplementasi hingga saaat ini, menjadi alternatif yang sangat potensial dalam menghadapi keterbatasan anggaran untuk infrastruktur. Dengan skema ini, partisipasi swasta dapat mendukung keberlangsungan dan keberlanjutan pembangunan infrastruktur secara cepat dan tepat waktu. Di samping itu, APBN juga dimungkinkan dapat dialokasikan ke sektor lain seperti pengembangan SDM dan peningkatan kualitas pendidikan” kata Armand.

Selain itu, Armand menambahkan bahwa keputusan presiden Republik Indonesia pada tahun 2019 untuk fokus pada pengembangan SDM dan Pendidikan adalah hal yang penting untuk dilakukan karena kunci sukses pengembangan SDM adalah Pendidikan yang bermanfaat untuk pemerataan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Di sini terlihat concern Pemerintah untuk pemerataan pembangunan di segala bidang. Dari sisi pembangunan infrastruktur, keberhasilan pembangunan infrastruktur tentu ke depannya akan memberikan dampak kemudahan dalam sektor-sektor lain karena terciptanya konektivitas dalam arus distribusi barang, jasa, maupun informasi – yang termasuk erat kaitannya dengan sektor pengembangan SDM dan pendidikan,” tutupnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak