alexametrics

Satgas Waspada Investasi OJK Bongkar Modus Travel Umrah Nakal

loading...
Satgas Waspada Investasi OJK Bongkar Modus Travel Umrah Nakal
Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi OJK mengungkap beberapa modus kecurangan bisnis travel umrah nakal yang belakangan kerap banyak memakan korban. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Maraknya korban travel umrah nakal yang belakangan terjadi, Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap beberapa modus kecurangan bisnis travel umrah nakal. Disebutkan setidaknya ada lima ciri-ciri yang harus diwaspadai oleh masyarakat sebelum memilih travel umrah.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing mengatakan, bahwa modus yang biasa dilakukan travel umrah yakni menawarkan promo yang membuat masyarakat terpancing untuk mengikutinya. "Jadi analisis Satgas (Waspada Investasi) dari Kementerian Agama (Kemenag) bahwa paket yang menjadi masalah. Mereka berani menawarkan promo, lebih murah," ujar Tongam dalam media briefing di Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Lebih lanjut, Ia mengutarakan poin pertama yang harus diperhatikan yakni travel umrah nakal kerap menawarkan paket-paket program promo yang harganya di bawah harga pasar. Padahal, Kemenag telah menetapkan besaran biaya umrah dengan harga yang wajar dan sesuai pasar.



Tongam menjelaskan, untuk menutup biaya dari paket promosi tersebut, biaya disubsidi oleh peserta-peserta baru. Hal ini menyebabkan banyak peserta yang gagal diberangkatkan. "Poin kedua, jadwal keberangkatan tidak jelas. Saat ini, Kemenag telah menetapkan bahwa peserta yang telah membayarkan biaya umrah harus diberangkatkan maksimal 6 bulan setelah biaya disetorkan lunas," paparnya.

Sambung dia, poin ketiga yaitu travel umrah nakal menggunakan skema Ponzi (modus investasi palsu) dengan iming-iming bonus. Tongam menuturkan, skema Ponzi tersebut dilakukan dengan pemasaran melalui agen.

Ia menambahkan, travel umrah nakal yang menawarkan kemudahan pembayaran dengan cara mencicil menjadi poin keempat yang juga harus diwaspadai. "Terakhir, travel umrah nakal menggunakan dana talangan," tegas dia.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak