alexametrics

Pos Indonesia Siap Hadapi Tantangan Era Digital

loading...
Pos Indonesia Siap Hadapi Tantangan Era Digital
PT Pos Indonesia siap hadapi tantangan era digital. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - PT Pos Indonesia (Persero) siap menghadapi tantangan era digital yang saat ini sedang berkembang. Salah satunya dengan meluncurkan Sentra Layanan Pos Tanah Abang (SLTA) yang terletak di Blok B Lantai 8 pusat garmen dan tekstil terbesar di kawasan Asia Tenggara, yang menampung 30.000 pedagang tradisional dengan omzet Rp200 miliar per hari.

Kepala Regional 4 Jakarta Pupung Purnama mengatakan, Pasar Tanah Abang telah melakukan modernisasi menuju era ekonomi digital dengan memadukan pasar online dan offline. Dan tujuan pembukaan SLTA adalah untuk menemukenali kebutuhan para pelanggan, seller (toko online dan offline) khususnya di pusat pusat grosir.

"Pos hadir untuk melengkapi layanan sebelumnya yang sudah ada. SLTA ini selain penerimaan loket juga berfungsi sebagai prosesing, customer service dan marketing yang dilengkapi dengan tenaga oranger. Intinya SLTA diposisikan sebagai new era Pos Indonesia," ujar Pupung dalam keterangan pers, Jumat (20/4/2018).

Dia menjelaskan era baru Pos Indonesia adalah membangun direct selling melalui oranger bertujuan menciptakan daya saing yang kuat dibandingkan pesaing, dengan menggunakan strategi penjualan secara fleksibel, mudah dan cepat. Peranan tenaga penjualan ada di garda terdepan khusus untuk menggarap potensi yang ada di regional Jakarta dan sekitarnya.



"Kami membentuk zona-zona penggarapan pasar melalui seller-seller yaitu oranger, yang dimulai di lokasi Pasar Tanah Abang. Para oranger terdiri dari porter, oranger toko yang siap membantu dan melayani para customer di area Pasar Tanah Abang mengirimkan barangnya ke seluruh tanah air," kata Pupung.

Pupung juga mengakui, persaingan bisnis yang makin kompetitif dan perkembangan pesat teknologi dan informasi maupun komunikasi mengakibatkan semakin pendeknya siklus hidup produk. Untuk meraih keunggulan bersaing, pelayanan harus menjadi suatu bagian yang terintegrasi dalam pelaksanaan bisnis untuk mewujudkan superior customer value.

Ada 4 faktor yang menjadi fokus perbaikan layanan yang dilakukannya, yaitu kecepatan, ketepatan, keterlacakan dan keamanan. "Oleh karena itu masalah kualitas pelayanan merupakan faktor yang tidak bisa di tawar lagi dan merupakan suatu keharusan untuk menyikapi tantangan ke depan," ucapnya.

Selain itu, pengaruh kualitas pelayanan selain meningkatkan keuntungan dan finasial melalui penciptaan kepuasan konsumen dan loyalitas konsumen juga meningkatkan keunggulan kompetitif. Untuk mencapai customer bonding tidaklah mudah, perlu dikerjakan secara fokus dan usaha yang keras.

Customer value merupakan emotional bond yang ada antara konsumen dan perusahaan setelah konsumen (pelanggan) menggunakan produk sehingga terjadi keterikatan emosional. Dan pada akhirnya konsumen mendapatkan nilai tambah.

"Untuk dapat mewujudkan nilai tambah bagi pelanggan perlu dilakukan maintenance terhadap pelanggan agar pelanggan tidak berpaling kepada Perusahaan lain," Pupung.

Pos juga melakukan pengembangan jaringan melalui kerjasama kemitraan antara PT Pos Indonesia dengan perorangan maupun institusi untuk memeberikan peluang usaha/bisnis di bidang pelayanan pos.

Beberapa agen pos telah berdiri di lokasi Pasar Tanah Abang, dan akan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Jadi siapapun punya kesempatan untuk mengembangkan kewirausahaan melalui agenpos dengan insentif yang sangat menarik.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak