alexametrics

Perlu Peran Perempuan Dalam Kemandirian Ekonomi

loading...
Perlu Peran Perempuan Dalam Kemandirian Ekonomi
Ketua Umum Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) Titi Hatta. Foto/SINDOnews/Anton Chrisbiyanto
A+ A-
JAKARTA - Untuk mencapai kemandirian ekonomi dibutuhlan peran dan inspirasi para perempuan Indonesia. Ketua Umum Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT), Titi Hatta mengatakan perempuan Indonesia harus ikut berkarya dan berkreasi di bidangnya sesuai dengan semangat yang dimiliki Kartini.

"Kartini Modern harus mampu memberikan inspirasi kepada seluruh perempuan untuk berkarya dan berkreasi," kata Titi di Jakata, Minggu (21/4/2018).

Menurut dia, inovasi, kreativitas, dan mentalitas menjadi kunci yang harus dimiliki wanita Indonesia untuk bisa berkompetisi.

"Kami mendorong peran perempuan untuk berkiprah tanpa melupakan kodrat perempuannya," ujarnya.

Titi mengatakan, WITT merupakan organisasi sosial dan NGO yang berdiri sejak tahun 1995 sesuai no akte M26-H.T.03.05.TH.1987. Visi dan misinya menjadikan Indonesia sehat dan menciptakan lingkungan yang sehat, bersih dan bebas dari asap rokok dengan mensosialisasikan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya rokok terhadap kesehatan dan dampaknya terhadap lingkungan.

"Wanita sebagai tiang keluarga dan ujung tombak terciptanya generasi muda yang sehat, cerdas dan berakhlak. Sumber potensial bidikan berbagai bentuk gaya hidup dan sasaran dari berbagai macam produk," tegasnya.

Di kesempatan terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai, pemikiran Kartini tersebut masih berlaku hingga kini. Apalagi ada gender gap atau ketidakadilan gender di seluruh dunia yang masih sangat besar.

Berdasarkan studi World Economic Forum (WEF) mengatakan gender gap di dunia, 200 tahun perempuan tertinggal di dalam menciptakan kesamaan atau parity yang merupakan suatu realita.
(ven)
preload video
BERITA TERKAIT
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak