Andalkan Impor, Program Susu Gratis Dinilai Lukai Peternak Lokal
Rabu, 17 Januari 2024 - 18:56 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Kritisi Program Makan Siang dan Susu Gratis, Yusuf Lakaseng: Tidak Realistis
Djoni mengatakan, inseminasi buatan merupakan pilihan terbaik untuk menekan impor sapi perah. Selain juga membantu para peternak di Tanah Air. “Jangan impor sapinya lah, mungkin kalau untuk inseminasi itu saya kira lebih tepat gitu ya, karena juga mungkin dari segi neraca perdagangan kita juga tidak terlalu mengeluarkan banyak devisa gitu ya,” lanjut dia.
Djoni mengingatkan, Indonesia memiliki ketersediaan pangan, hijauan, konsentrat, dan sumber daya lain yang dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak atau menyehatkan jumlah sapi. Impor sapi menurutnya bukanlah jalan terbaik.
“Walaupun saya bukan ahli peternakan, tapi kalau dilihat dari bumi kita gitu ya, apa sih yang tidak ada di kita, dari mulai ketersediaan pangan, hijauan daun rumput dan lain-lain, maupun konsentrat saya kira kita bahan bakunya kita memadai gitu,” tandasnya.
Djoni mengatakan, inseminasi buatan merupakan pilihan terbaik untuk menekan impor sapi perah. Selain juga membantu para peternak di Tanah Air. “Jangan impor sapinya lah, mungkin kalau untuk inseminasi itu saya kira lebih tepat gitu ya, karena juga mungkin dari segi neraca perdagangan kita juga tidak terlalu mengeluarkan banyak devisa gitu ya,” lanjut dia.
Djoni mengingatkan, Indonesia memiliki ketersediaan pangan, hijauan, konsentrat, dan sumber daya lain yang dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak atau menyehatkan jumlah sapi. Impor sapi menurutnya bukanlah jalan terbaik.
“Walaupun saya bukan ahli peternakan, tapi kalau dilihat dari bumi kita gitu ya, apa sih yang tidak ada di kita, dari mulai ketersediaan pangan, hijauan daun rumput dan lain-lain, maupun konsentrat saya kira kita bahan bakunya kita memadai gitu,” tandasnya.
(fjo)
Lihat Juga :