alexametrics

Jokowi Ingatkan Kepala Daerah Agar Tidak Buang Waktu

loading...
Jokowi Ingatkan Kepala Daerah Agar Tidak Buang Waktu
Presiden Joko Widodo mengingatkan para kepala daerah agar meninggalkan birokrasi yang lambat dan bertele-tele. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan seluruh kepala daerah untuk tidak membuang-buang waktu, di tengah kemajuan teknologi yang semakin pesat saat ini. Adapun yang dimaksud Jokowi adalah membuang waktu dengan cara kerja yang bertele-tele serta rantai birokrasi dan perizinan yang terlalu panjang.

Dia mengaku, saat ini masih menemukan cara kerja birokrat pemerintah baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten hingga kota yang berbelit-belit dan memperpanjang rantai birokrasi. Menurutnya, hal tersebut sudah waktunya untuk ditinggalkan.

"Masih banyak baik di pusat, provinsi, kabupaten, kota yang saya sampaikan masih banyak kejadiannya. Kalau mindset kita masih seperti itu, ya sudah, akan sulit maju kita," katanya dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (30/4/2018).



(Baca Juga: Susun Rencana Kerja Tahun Depan, Jokowi Buka Musrenbangnas)

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, saat ini revolusi industri 4.0 sudah di depan mata. Revolusi tersebut menuntut Indonesia untuk melek terhadap teknologi robotisasi. Bahkan saat ini, Singapura telah memiliki teknologi robot pembersih karpet yang bisa bergerak otomatis tanpa bantuan manusia.

"Ada juga sebuah mesin yang bisa mencetak rumah tinggal dalam waktu 24 jam dengan biaya konstruksi sepertiga dari yang konvensional. Dunia sudah berubah seperti ini masa kita masih bertele-tele," imbuh dia.

Menurutnya, jika Indonesia tidak bergerak cepat maka akan ditinggal oleh negara-negara lainnya. Sebab, globalisasi sudah tidak terbentung lagi, dan saat ini bukan lagi zamannya yang besar mengalahkan yang kecil, melainkan yang cepat akan mengalahkan yang lambat.

"Ini perlu saya ingatkan, karena kita harus tau semuanya bahwa ekspor kita, investasi kita itu sudah kalah dengan negara tetangga kita. Kita negara besar, kita sudah kalah dengan Malaysia, Thailand, dan Vietnam karena mereka lari cepat. Ini hati-hati. Perlu saya ingatkan, bisa saja kita kalah dengan Laos dan Kamboja kalau kita terus terjebak pada rutinitas dan tidak berani melakukan lompatan," tegas Jokowi.

Oleh sebab itu, tambah mantan Walikota Solo ini, invesasi khususnya yang berorientasi ekspor harus dibuka lebar. Pemerintah baik di pusat dan daerah dilarang untuk menghambat investasi dengan menciptakan rantai birokrasi yang panjang.

"Orientasi kita jangan orientasi prosedur. Prosedur memang sudah harus, tapi orientasi kita adalah hasil. Kita erlalu sibuk berurusan dengan hal sepele dan tidak berguna, dan tidak cepat menanggapi perkembangan teknologi, inovasi dan ruang pasar yang semakin sulit," tandas Presiden.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak