alexametrics

Pertumbuhan Penjualan Indofood Tercatat Alami Penurunan 1%

loading...
Pertumbuhan Penjualan Indofood Tercatat Alami Penurunan 1%
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatatkan pertumbuhan penjualan neto konsolidasi sebesar 1,1% atau turun menjadi Rp17,63 triliun dari Rp17,83 triliun. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatatkan pertumbuhan penjualan neto konsolidasi sebesar 1,1% atau turun menjadi Rp17,63 triliun dari Rp17,83 triliun pada tahun sebelumnya. Kelompok usaha strategis produk konsumen bermerek, bogasari, agribisnis, dan distribusi masing masing memberikan kontribusi sekitar 54%, 22%, 15% dan 9% terhadap penjualan neto konsolidasi.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim mengatakan, laba usaha relatif stabil di kisaran Rp2,48 triliun, sedangkan marjin laba usaha naik menjadi 14,1% dari 13,9%. "Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 1,1% menjadi Rp1,19 triliun dari Rp1,18 triliun dan marjin laba bersih naik menjadi 6,7% dari 6,6%," kata Anthoni dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (1/5/2018).

Dengan tidak memperhitungkan akun non recurring dan selisih kurs, core profit, yang mencerminkan kinerja operasional naik 4,7% menjadi Rp1,22 triliun dari Rp1,16 triliun. Menurut dia, pada awal tahun 2018, kondisi pasar masih tetap menantang dimana harga CPO mengalami tekanan dan tingkat permintaan konsumen juga belum menunjukan pemulihan secara signifikan.



Namun, di tengah berbagai tantangan tersebut, perseroan tetap bangga karena core profit tetap tumbuh secara sehat. Disamping itu, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) pada tanggal 31 Maret 2018 berhasil mencatatkan peningkatan penjualan neto konsolidasi sebesar 4,5% menjadi Rp9,88 triliun dari Rp9,46 triliun.

Divisi mi instan kembali menjadi kontributor terbesar dalam penjualan neto konsolidasi dengan memberikan kontribusi sebesar 65%. Lalu diikuti oleh divisi dairy, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi & makanan khusus dan minuman yang masing masing memberikan kontribusi sebesar 19%, 7%, 3%, 2% dan 4% dari total penjualan neto konsolidasi. "Laba usaha juga tumbuh 13,1% menjadi Rp1,72 triliun dari Rp1,52 triliun," ungkapnya.

Marjin laba usaha juga naik menjadi 17,4% dari 16%. Sedangkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 11,1% menjadi Rp1,21 triliun dari Rp1,09 triliun pada kuartal I 2018. Anthoni menuturkan, marjin laba bersih mengalami peningkatan menjadi 12,3% dari 11,5%.

Adapun core profit tumbuh 8% menjadi Rp1,2 triliun dari Rp1,11 triliun. "Kami senang bahwa kami dapat mencatatkan pertumbuhan yang baik pada kuartal I ini, meskipun tingkat permintaan atas produk produk FMCG masih kurang mengggembirakan," jelas dia.

Meski demikian, perseroan tetap opimistis baahwa kondisi pasar akan membaik dalam beberapa kuartal kedepan sehingga dapat meraih petumbuhan yang berkelanjutan.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak