alexametrics

Pengusaha Minta Pemerintah Waspada Tenaga Kerja Asing

loading...
Pengusaha Minta Pemerintah Waspada Tenaga Kerja Asing
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Konstruksi dan Infrastruktur Erwin Aksa. Foto/YouTube
A+ A-
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah seharusnya bisa melihat masalah tenaga kerja asing (TKA) jauh lebih luas. Meski tidak bisa dipungkiri Indonesia masih memerlukan TKA, namun harus tetap waspada.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Konstruksi dan Infrastruktur Erwin Aksa mengatakan, Indonesia butuh investor untuk membantu pembangunan di bidang infrastruktur. Sayangnya, mereka selalu berusaha mendapat profit maksimal dengan mengusahakan penggunaan semua sumber daya dari negara asalnya.

"Kita harus hati-hati, memang di China susah bedakan mana PhD, master, sarjana, enggak bisa dibedakan. Sepatu, celana sama. Kalau di Indonesia, profesor pakai jas, apalagi dia engineer ternama, kita susah temui," ujarnya di Jakarta, Rabu (2/5/2018).



Menurut Erwin, pemerintah sebaiknya harus bijaksana dan cermat melihat efek jangka panjang jika kebijaksanaan tentang penggunaan TKA terlalu longgar dan kurang hati-hati. Sehingga bisa menimbulkan persoalan kemudian hari.

"Kita khawatir sebagai pengusaha lokal, mereka datang dari China dengan modal unlimited bangun manufaktur yang bisa mematikan manufaktur lokal dan ada kendala bahasa, kultur, dan sebagainya," katanya.

Erwin menambahkan, pengusaha harus juga secara selektif dalam menggunakan TKA di unit bisnisnya. Jangan ingin mendapatkan profit tinggi, hasil kerja bagus, tapi dengan biaya lebih rendah.

"Indonesia jadi salah satu tujuan investasi dari China, terutama di pertambangan, di nikel. Banyak smelter yang dibangun China, pindahkan nikel dan turunannya ke Indonesia," pungkasnya.
(ven)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak