alexametrics

Benih Jagung Bisi Kuasai Pasar Lokal 50%

loading...
Benih Jagung Bisi Kuasai Pasar Lokal 50%
Produksi benih jagung PT Bisi Internasional Tbk, kuasai pasar dalam negeri sekitar 50% dari kebutuhan nasional. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Produksi benih jagung PT Bisi Internasional Tbk, kuasai pasar dalam negeri sekitar 50% dari kebutuhan nasional. Sisanya, diperebutkan produsen benih yang lain seperti Pioneer, Syngenta, dan Asian Hibride.

“Produk Bisi menguasai pasar benih jagung lokal sekitar 50%,” kata Manager Pemasaran Wilayah Barat PT Bisi, Hari Prabowo di sela acara Munas Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) di Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Dia menyebutkan kapasitas produksi benih jagung sekitar 70 ribu ton hingg 80 ribu ton per tahun. Produksi ini sebagian besar memenuhi kebutuhan benih jagung pada Upaya Khusus (Upsus) dimana sisanya akan masuk pasar bebas.



Luas areal tanaman jagung nasional sekitar 7 juta hektar dengan kebutuhan benih mencapai 105 ribu ton/tahun. Tingginya kebutuhan benih nasional ini, mengindikasikan bahwa bisnis benih jagung masih menjanjikan.

Sebagai informasi, pada semester pertama 2017 lalu, BISI hanya mengantongi laba berjalan sebesar Rp 87,85 miliar atau turun 36,3% dibandingkan periode sama 2016 yakni Rp138,03 miliar. Penurunan laba ini disebabkan beban pokok penjualan yang membengkak.

Tercatat beban penjualan perusahaan di semester I-2017 sebesar Rp 601,24 miliar atau lebih tinggi dari beban pokok 2016 yang sebesar Rp 440,5 miliar. Penjualan BISI masih mengandalkan produk benih jagung. Benih jagung menyumbang pendapatan sebesar Rp 290,09 miliar, benih sayuran dan buah-buahan Rp141,1 miliar dan benih padi Rp8,37 miliar.

Bisi juga mengantongi pendapatan dari penjualan produk pestisida dan pupuk sebesar Rp409,6 miliar serta penjualan produk lain-lain sebesar Rp3,51 miliar. Hari Prabowo menambahkan, Bisi mempunyai beberapa jenis seperti Bisi 2, Bisi 18, Bisi 22, Bisi 226 dan Bisi 228. Produktivitas rata-rata 12 ton/ha-13 ton/ha.

Dia memberikan contoh henih jagung Hibrida BISI-18 di lahan pasang surut di Sumatera Selatan mampu menghasilkan hingga 8,3 ton/ha. Padahal di daerah pasang surut ini biasanya cuma mendapatkan 6,4 ton per hektar jagung pipil kering.

Sementara Marketing Eksekutif PT Bisi International Tbk wilayah Sumatera Selatan Agus Purwanto menerangkan bahwa petani semakin antusias tanam jagung Bisi karena hasil dari musim ke musim semakin meningkat. “Hal ini membuktikan bahwa benih jagung Bisi, terutama Bisi-18 terbukti mempunyai produksi yang tinggi. Bisi-18 menurutnya mempunyai keunggulan rendemen panennya yang bagus, mencapai 85% dan mempunyai kualitas hasil yang sangat baik,” terangnya.

Berdasarkan data produksi 2016 sebesar 23 juta ton pipilan kering (BPS) dan target luas tambah tanam jagung 2017 sebesar 700.000 ton sampai 1 juta ha, Indonesia optimistis surplus jagung di tahun ini.

Penjualan benih Bisi sebagian besar diberikan kepada petani jagung lewat kerja sama kemitraan, di mana Bisi menjual benih jagung kepada petani binaan mereka dan memberikan pendampingan selama proses penanaman.

Selanjutnya, petani binaan baru membayar harga benih tersebut setelah petani panen jagung. Jadi, kemitraan dilakukan dengan memberikan modal awal ini diharapkan terus berkembang dan memudahkan petani meningkatkan produksi jagung mereka.Sejauh ini, PT Bisi sudah memiliki kerja sama dengan petani dengan luas lahan 30.000 ha, di mana luas lahan itu ditargetkan mencapai 100.000 ha pada tahun ini.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak