Relawan Ganjar-Mahfud Sosialisasikan KTP Sakti hingga Program Gaji Guru Ngaji

Sabtu, 20 Januari 2024 - 23:00 WIB
loading...
Relawan Ganjar-Mahfud...
Sukarelawan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD (GAMA), secara aktif melanjutkan aksi sosial dan mensosialisasikan program-program inovatif di wilayah NTB. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
LOMBOK - Sukarelawan Capres dan Cawapres nomor urut tiga, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD (GAMA), secara aktif melanjutkan aksi sosial dan mensosialisasikan program-program inovatif di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam serangkaian kegiatan di Desa Tebaban, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, NTB, mereka memaparkan secara rinci program KTP Sakti, penghapusan kredit macet petani dan honor dan jaminan kesehatan bagi guru semua agama, termasuk guru ngaji.

Sukarelawan GAMA di NTB, Dedi Irawan menjelaskan program KTP Sakti adalah kartu pintar yang menyatukan semua manfaat pemerintah dalam satu kartu. Tujuannya adalah untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan bantuan dengan administrasi yang lebih sederhana.

"Kita sosialisasi dan praktek langsung program Pak Ganjar-Mahfud, program KTP sakti, guru mengaji dapat honor dan jaminan kesehatan, dan lain-lainnya, sudah disampaikan ke masyarakat. Program-program itu sangat disambut baik dan antusias masyarakat," kata Dedi, Jumat (19/1/2024).

Baca Juga: Dukung Keputusan Slank, Slankers Siap Berjuang Menangkan Ganjar-Mahfud

Dedi mengungkapkan, Ganjar-Mahfud juga berkomitmen untuk membebaskan petani dari kredit macet dan menerapkan program satu data pertanian Indonesia. Terutama di wilayah Lombok Timur, yang mayoritas penduduknya terlibat dalam sektor pertanian, program ini dianggap sangat relevan dan mendesak.

"Masyarakat kalau di Lombok Timur itu pertanian. Jadi terkait dengan pupuk, itu sudah ada di program pak Ganjar-Mahfud, jadinya sinkron. Terutama hutang-hutang (petani) mau dihapuskan," tegas Dedi.

Program KTP sakti hingga guru ngaji digaji dan dijamin kesehatannya mendapatkan respon positif masyarakat. Menurut tokoh pendidikan, Alwi, sebelumnya, masyarakat punya banyak kartu untuk bantuan. Sekarang, dengan KTP Sakti, semuanya bisa dicakup dalam satu kartu, praktis dan cepat.

"Ini sangat luar biasa, karena tidak perlu lagi ngurus A, ngurus B, C, karena sudah ada di KTP sakti itu. Sehingga itu artinya mempermudah akses, karena semuanya dapat diperoleh melalui satu kartu saja. Itu pun kartu yang dimiliki oleh masyarakat," ujar Alwi.

Sementara tokoh masyarakat Lombok Timur, H. Burhanuddin mengatakan masyarakat sangat membutuhkan program-program Ganjar-Mahfud. Ia menilai program Ganjar-Mahfud telah mewakili kebutuhan masyarakat Indonesia, khususnya di Lombok Timur.

"Masyarakat sangat cerdas memahami program tadi. Oleh karena itu, kami yakin Pak Ganjar-Mahfud akan menang. Beliau-beliau (Ganjar-Mahfud) pakar yang cerdas, jenius, baik, walau pun mereka mengaku orang kecil tapi sebenarnya mereka orang besar. Mudah-mudahan program yang dicanangkan akan berjalan dengan baik," ujarnya.

Baca Juga: Tampil di Hajatan Rakyat, Slank Akan Bawakan Lagu Khusus untuk Ganjar-Mahfud

Sukarelawan GAMA juga memperkenalkan 21 program unggulan Ganjar-Mahfud, di antaranya 17 juta lapangan kerja; satu desa, satu faskes, satu nakes; uang saku kader posyandu; 10 juta hunian, punya rumah semudah punya motor; dan sekolah dapat gaji, lulus pasti kerja.

Lalu program satu keluarga miskin, satu sarjana; perempuan maju; buruh naik kelas; kuliah gratis untuk anak prajurit dan Bhayangkara; serta mudah berusaha, termasuk UMKM dan koperasi. Kemudian disabilitas mandiri berprestasi, satu desa satu mobil akses; internet super cepat, gratis merata; bansos pasti lanjut tapi harus tepat sasaran; sikat KKN; dan KTP Sakti.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gaji ke-13 Sudah Cair...
Gaji ke-13 Sudah Cair ke 5,5 Juta Penerima, Pemerintah Kucurkan Rp24,05 Triliun
Gaji Pejabat RI Bakal...
Gaji Pejabat RI Bakal Dipotong demi Efisiensi, Purbaya: Setuju! Itu Bagus, Sudah Kegedean
Uang Saku Peserta Magang...
Uang Saku Peserta Magang Nasional Utuh, Pajak Ditanggung Negara
Gaji Peserta Magang...
Gaji Peserta Magang Nasional Naik di 2026, Berapa Besarannya?
Purbaya Bebaskan Pajak...
Purbaya Bebaskan Pajak Karyawan dengan Gaji Maksimal Rp10 Juta, Ini Kriterianya
Tiket Pesawat ke Aceh...
Tiket Pesawat ke Aceh Capai Rp10 Juta, Relawan Pilih lewat Malaysia
9 WNI Relawan Global...
9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Dijadwalkan Tiba di Tanah Air Minggu Sore Ini
9 WNI Relawan Global...
9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Bebas, Siap Kembali ke Tanah Air
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez, Ronaldo Terkaya! 
Rekomendasi
64 PSE Sudah Lapor ke...
64 PSE Sudah Lapor ke Komdigi, Nurul Arifin Berharap Angkanya Terus Meningkat
Data Jagokan Meksiko...
Data Jagokan Meksiko Menang Atas Afsel dengan 66,3 Persen
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Berita Terkini
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved