alexametrics

Digital Killing Field

loading...
Digital Killing Field
Yuswohady, Managing Partner, Inventure www.yuswohady.com. (Istimewa).
A+ A-
Era disrupsi digital (digital disruption) adalah era di mana ”pembunuhan” dan ”pembantaian massal” terjadi di mana-mana di seluruh dunia.

Uber membunuh operator taksi konvensional. AirBnB membunuh operator hotel. Google dan Tesla dengan mobil otonom dan mobil listriknya membunuh produsen automotif konvensional. Watson, komputer cerdas (cognitive computer) milik IBM bakal membunuh profesi-profesi yang cognitive-intensive seperti dokter, peneliti, analis pajak, apoteker, jurnalis, penerjemah, hingga pengacara.

Dan masih banyak contoh lain lagi. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh John M Olin School of Business, Washington University, sekitar 40% dari daftar perusahaan Fortune 500 saat ini akan menghilang dalam 10 tahun mendatang.

Pola ini sudah terlihat ketika membandingkan kondisi berbagai perusahaan yang ada dalam daftar Fortune 500 tahun 1955 dengan tahun 2015. Dari daftar Fortune 500 pada 1955 hanya terdapat 61 perusahaan yang masih bertahan dan tetap muncul di Fortune 500 pada 2015. Artinya, hanya sekitar 12% yang masih bertahan sampai 2015.



Sisanya, sekitar 88%, ada yang bangkrut, merger dengan perusahaan lain, atau mengalami penurunan revenue sehingga keluar dari daftar Fortune 500 karena kalah bersaing. Contohnya IBM. Pada 1985, IBM merupakan perusahaan teknologi tak tertandingi dengan julukan ”IBM and the Seven Dwarfs” dengan nilai pasar supergajah.

Kemudian pada 2000-an ketika muncul ”dot com bubble”, IBM langsung turun di peringkat 8, jauh di bawah Microsoft pada urutan pertama. Pada 2016, IBM sudah keluar dari daftar 10 besar karena dikalahkan oleh perusahaan-perusahaan baru, seperti Apple, Alphabet, Amazon, dan Facebook.

IBM masih bernasib baik karena perusahaan-perusahaan yang tak kuasa melawan disrupsi, seperti Honeywell, Digital, Nortel, atau Motorola, sudah tersungkur jauh lebih awal. Perusahaan-perusahaan yang begitu berkuasa pada 1985 itu rupanya sudah tidak masuk 10 besar pada 2000.

The Age of Acceleration
Kalau dilihat kecepatan perusahaan-perusahaan yang mendisrupsi pasar (disruptive company) dalam mendapatkan konsumen, kita akan menemukan fenomena yang mencengangkan. Seperti terlihat pada gambar, untuk mendapatkan 100 juta konsumen layanan telepon membutuhkan waktu sekitar 75 tahun, sementara telepon genggam membutuhkan waktu 16 tahun.

Namun, kalau kita melihat perusahaan-perusahaan digital (disruptive companies), maka waktunya demikian pendek. iTunes misalnya, cuma butuh waktu 6,5 tahun, Facebook 4,5 tahun, WhatsApp 3,4 tahun, Instagram 2,4 tahun, bahkan Pokemon Go cuma butuh waktu beberapa minggu.

Thomas Friedman, dalam buku terbarunya The World is Flat dan Thank You for Being Late, menyebut abad ini adalah abad percepatan (the age of acceleration). Menurut dia, percepatan peradaban ini dipicu oleh teknologi digital yang terbentuk oleh empat elemen, yaitu computing, software, storage, dan networking (CSSN).

Masing-masing elemen itu berkembang amat cepat dan bersintesis satu sama lain sehingga menghasilkan kecepatan perubahan digital yang sangat cepat mengikuti deret ukur (eksponensial).

Unconventional Way
Bagaimana perusahaanperusahaan baru (startup) digital mendisrupsi pasar/industri dan membunuh satu per satu pesaingnya? Mereka melakukannya dengan caracara yang tidak konvensional. Mereka mendisrupsi industri dengan cara meluaskan pasar untuk menghasilkan mesin-mesin pertumbuhan baru.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak