alexametrics

Intervensi Rupiah, BI Korbankan Cadangan Devisa Tergerus

loading...
Intervensi Rupiah, BI Korbankan Cadangan Devisa Tergerus
Penurunan cadangan devisa (cadev) pada April 2018 menurut ekonom merupakan upaya moneter Bank Indonesia (BI) dalam mengintervensi nilai tukar rupiah terhadap USD. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Penurunan cadangan devisa (cadev) pada April 2018 menurut ekonom merupakan upaya moneter Bank Indonesia (BI) dalam mengintervensi nilai tukar Rupiah yang belakangan anjlok terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Namun sayangnya, meski cadev yang digelontorkan sudah cukup besar belum mampu mengangkat rupiah.

(Baca Juga: Cadangan Devisa April Turun Menjadi USD124,9 Miliar)

Pelemahan rupiah diikuti dengan pertumbuhan ekonomi hanya 5,06% pada kuartal I tahun 2018 untuk menggambarkan potensi peningkatan ekspor dari adanya depresiasi belum terlihat. "Hal ini karena sebagian industri yang berorientasi ekspor pun memerlukan bahan penolong yang harus diimpor (konten impor juga ada) sehingga kurang membantu ekspor," jelas Ekonom Indef Eko Listyanto.



(Baca Juga: Cadangan Devisa Tergerus demi Rupiah Tetap Perkasa)

Sementara ekspor komoditas memang positif, namun nilai tambahnya rendah, jadi untungnya hanya dari selisih kurs saja. Lebih lanjut Ia menerangkan, meski ada faktor global yang mempengaruhi nilai tukar, namun hal ini juga terkait dengan perkembangan fundamental ekonomi (terutama pertumbuhan ekonomi) yang tumbuh di bawah target.

Lebih dari itu, harga minyak dunia semakin menjauh (meleset) dari asumsi makroekonomi di APBN 2018. "Jadi, walaupun ada investment grade tidak banyak membantu karena faktanya ekonomi tumbuh di bawah target. Padahal secara umum ekonomi global tumbuh membaik," kata Eko.

Dia menuturkan, solusinya kedepan yakni target makroekonomi dan target-target APBN direvisi untuk memberi optimisme dan rasionalitas pencapaian target ke pelaku ekonomi. Selain itu, mendorong potensi ekonomi domestik, sebagai pengganti makin mahalnya barang penolong/baku dari impor. "Sedangkan dalam jangka panjang perlu fokus memperbaiki defisit transaksi berjalan," tandasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak