alexametrics

33 Pengusaha Terkaya di Dunia, Nomor 28 dari Indonesia

loading...
33 Pengusaha Terkaya di Dunia, Nomor 28 dari Indonesia
Alice Louise Walton dan James Carr Walton. Foto/Forbes
A+ A-
LONDON - Media kenamaan asal Inggris, The Sunday Times menerbitkan apa yang dinanti-nantikan pembaca setianya di tahun 2018. Ya, daftar pengusaha terkaya di dunia. Sunday Times Rich List, demikian tajuk berita tersebut memberi pembaca gambaran sekilas mengenai kekayaan bersih para pengusaha sukses di dunia dan keluarganya. Berikut 33 pengusaha terkaya dunia yang disusun oleh The Sunday Times pada Kamis (15/5/2018):

33. Stefan Persson
Kekayaan bersih: USD31 miliar atau setara Rp435 triliun (kurs Rp14.038 per USD)
Stefan merupakan raja bisnis di Swedia, pemilik jaringan perusahaan mode Hennes & Mauritz atau disingkat H&M. Ia mewarisi usaha yang didirikan oleh ayahnya, Erling Persson.

32. Woody Johnson
Kekayaan bersih: USD31,1 miliar
Pria bernama asli Robert Wood Johnson IV merupakan ahli waris dari perusahaan consumer goods Johnson & Johnson. Ia juga pemilik dari klub tiga klub olahraga di Amerika Serikat, yaitu New York Jets untuk American Football, New York Knicks (basket) dan New York Rangers yang merupakan klub hoki es. Woody juga pemilik gedung Madison Square Garden New York yang suka digunakan sebagai tempat pertandingan tinju. Saat ini, Woody Johnon menjabat sebagai Duta Besar Amerika Serikat untuk Inggris.

31. Maria Elisabeth Schaeffler-Thumann dan Georg Schaeffler
Kekayaan bersih: USD31,7 miliar
Maria Elisabeth dan putranya Georg merupakan pemilik dari perusahaan pembuat komponen otomotif di Jerman, Schaeffler. Keluarganya juga pemilik dari perusahaan ban kenamaan dunia, Continental AG. Schaeffler Group mempekerjakan sekitar 80.000 orang di 49 negara.

30. Penny Pritzker
Kekayaan bersih: USD31,9 miliar
Perempuan kelahiran 2 Mei 1959 ini, merupakan ahli waris dari keluarga Pritzker, pemilik jaringan hotel Hyatt. Penny pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan Amerika Serikat di era Barack Obama.

29. David Thomson
Kekayaan bersih: USD33,2 miliar
David merupakan generasi ketiga dari keluarga Thomson, pengusaha media asal Kanada yang bisnisnya kini menggurita mengendalikan media massa Thomson Reuters dan kerajaan penerbitan.

28. Robert Budi dan Michael Bambang Hartono
Kekayaan bersih: USD34,2 miliar
Dua bersaudara Hartono mewarisi perusahaan rokok Djarum dari ayah mereka, Oei Wie Gwan. Keduanya juga pemegang saham terbesar di Bank Central Asia (BCA), pemilik properti Grand Indonesia, dan perusahaan elektronik Polytron.

27. Li Ka-shing
Kekayaan bersih: USD35 miliar
Merupakan orang terkaya di Hong Kong, konglomerat dengan bendera Cheung Kong Holdings yang unit usahanya merambah kepada manufaktur, properti, pelabuhan, dan perusahaan telekomunikasi Hutchison. Baru-baru ini, Li mengumumkan pengunduran dirinya dan menyerahkan estafet kepemimpinan ke putranya, Victor Li.

26. Gérard Mulliez
Kekayaan bersih: USD35,7 miliar
Pria berusia 87 tahun ini, merupakan pendiri dan penguasa dari jaringan toko serba ada di Prancis yaitu Auchan.

25. Axel Dumas
Kekayaan bersih: USD36,7 miliar
Alumnus Harvard Business School ini mengawali karirnya sebagai bankir di bank asal Prancis BNP Paribas. Pada 2003, ia masuk menangani perusahaan mode kenamaan asal Prancis, Hermès. Dan kini Axel Dumas menjadi chief executive officer di rumah mode tersebut.

24. Steve Ballmer
Kekayaan bersih: USD38,4 miliar
Sarjana matematika dari Universitas Harvard ini merupakan karib dari Bill Gates, yang mengajaknya bergabung untuk membesarkan Microsoft. Ballmer lantas menjadi CEO Microsoft dari Januari 2000 hingga Februari 2014. Setelah melepaskan sebagian sahamnya di Microsoft, Ballmer kini memegang klub basket NBA Los Angeles Clippers.

23. Sheldon Adelson
Kekayaan bersih: USD38,6 miliar
Lahir dari keluarga miskin di Boston, Amerika Serikat, tidak mematahkan impiannya untuk maju. Bakat bisnis Sheldon mulai terlihat sejak usia 12 tahun dengan berjualan perlengkapan mandi. Sheldon lalu mengasah bakatnya dengan ilmu keuangan saat berkuliah di City College di New York.

Melansir Business Insider, karena keterbatasan finansial, saat itu, Sheldon memutuskan keluar dari perguruan tinggi untuk bekerja sebagai broker properti di kampung halamannya Boston, Massachusetts. Uang yang ia kumpulkan lalu diinvestasikan ke bisnis properti. Dari sana, Sheldon merambah ke bisnis kasino yang kini menjadi CEO Las Vegas Sands, perusahaan kasino terbesar di AS.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak