alexametrics

Penta Dinamika Properti Bangun Perumahan untuk Pekerja Pabrik

loading...
Penta Dinamika Properti Bangun Perumahan untuk Pekerja Pabrik
Penta Dinamika Properti membangun perumahan MBR untuk pekerja pabrik di Sukabumi. Foto/Dok.Penta Dinamika Properti
A+ A-
JAKARTA - PT Penta Dinamika Properti, perusahaan properti di Jakarta segera berpartisipasi menyediakan hunian dalam bentuk perumahan sederhana bagi masyarakat di Sukabumi, Jawa Barat.

Penta Dinamika membangun perumahan Penta Palasari Indah dan Penta Cikembar Asri yang ditujukan bagi masyarakat berpendapatan rendah, melalui pembangunan perumahan sederhana subsidi FLPP. Sasaran utama adalah para pekerja industri dan pabrik di dua lokasi yaitu Palasari, Parung Kuda dan Cikembar, Sukabumi.

Lokasi di Palasari akan dibangun di atas lahan kurang lebih 3,1 hektare akan dibangun 249 unit rumah tipe 30 dengan luas tanah 60 dan tipe 36. Sedangkan lokasi Desa Bojong Kembar, Cikembar perumahan akan dibangun di atas lahan 21 hektare, sehingga dapat menyediakan 1.600 unit rumah sederhana bersubsidi yang akan dibangun secara bertahap. Tahap pertama 400 unit dan tahap-tahap selanjutnya akan dibangun hingga total mencapai 1.600 unit.

Pembangunan perumahan ini guna memenuhi kebutuhan perumahan bagi kalangan pekerja industri terdekat dengan lokasi. Pembangunan ini merupakan realisasi harapan para pekerja, dimana pekerja telah mulai mendaftar melalui pejabat HRD salah satu pekerja industri di lokasi. Sejauh ini telah ada 700 pekerja yang mendaftarkan diri.

"Hal ini melebihi rencana pembangunan tahap pertama kami," ujar Direktur Utama PT Penta Dinamika Properti, Soetomo dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Soetomo menjelaskan, pembangunan perumahan ini mendapat dukungan dari pemerintan daerah, berupa dukungan perizinan. Sehingga pembangunan dapat segera dimulai.

Walaupun perumahan yang dibangun adalah perumahan sederhana, namun PT Penta Dinamika Properti tetap memperhatikan kelayakan dan kenyamanan dari segi lingkungan dengan sedapat mungkin mempertahankan sumber daya alam seperti mata air, dan tanaman produktif. Serta menyediakan area bagi pengembangan anak dan keluarga seperti taman bermain dan tempat ibadah.

Soetomo menjelaskan masuknya PT Penta Dinamika Properti sebagai pengembang perumahan sederhana subsidi merupakan langkah nyata mendukung program pemerintah pada penyediaan sejuta rumah tahun 2018. Dan kesempatan pembangunan di lokasi ini, berkat kerja sama dengan Kadin di bawah pimpinan Eddy Ganefo.

"Kebutuhan rumah bagi para pekerja masih sangat besar, rata-rata pekerja pabrik masih tinggal dengan cara sewa dengan biaya sekitar Rp600 ribuan sebulan, dengan tentunya di lekas perumahan yang belum tertata", demikian penjelasan Soetomo.

Menurutnya, adanya rumah bagi para pekerja pabrik, akan membuka peluang jaminan pendidikan serta kesehatan bagi anak-anak mereka. Rumah merupakan kebutuhan dasar dan hak asasi manusia. Rumah tempat memulai pendidikan anak-anak, dan memiliki rumah maka kesehatan dan kesejahteraan keluarga lebih terjamin.

Sesuai ketentuan yang ada, syarat untuk mendapatkan rumah murah seharga Rp130 juta per unit dengan tipe 30/60 ini sangat mudah. Melalui skim KPR-FLPP, calon pembeli hanya menyediakan uang muka atau down payment (DP) sebesar Rp1 juta, dan memenuhi persyaratan belum pernah memiliki rumah, berpenghasilan maksimal Rp4 juta, memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), maka para pekerja sudah dapat memiliki rumah yang sehat dan terjangkau.

Eddy Ganefo menjelaskan bahwa kegiatan PT Penta Dinamika Properti merupakan salah langkah pengentasan di bidang penyediaan rumah sehat yang terjangkau bagi para pekerja.

"Jadi ini perlu di dukung sehingga pekerja pabrik di daerah Sukabumi dapat memiliki rumah sehat yang terjangkau oleh para pekerja," terang Eddy yang juga Ketua Dewan Pembina APPERSl (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia).
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak