alexametrics

Lelang Sukuk, Penerimaan Negara Mendapatkan Dana Rp4,05 Triliun

loading...
Lelang Sukuk, Penerimaan Negara Mendapatkan Dana Rp4,05 Triliun
Lelang Surat Berharga Syariah Negara, dimana pemerintah mendapatkan dana dari pelelangan surat berharga sebesar Rp4,05 triliun. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah telah melaksanakan lelang Surat Berharga Syariah Negara pada tanggal 15 Mei 2018 untuk seri SPNS03112018 (reopening), PBS016 (reopening), PBS002 (reopening), PBS017 (reopening), PBS012 (reopening) dan PBS004 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat bahwa pemerintah mendapatkan dana dari pelelangan surat berharga sebesar Rp4,05 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Hal itu berdasarkan total penawaran yang masuk sebesar Rp9,1 triliun.

Dengan pelaksanaan lelang, maka realisasi penerbitan Surat Berharga Negara secara gross telah mencapai 46,34% termasuk transaksi private placement SBSN sebesar Rp1 triliun yang setelmennya dilaksanakan pada hari ini.

Seperti diketahui, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luki Alfirman mengatakan, saat ini pertama kalinya pemerintah melakukan penjualan instrumen SUN ritel kepada investor individu secara online. Rencana penerbitan SUN online ini telah disusun sejak tahun lalu.



"Tim kami sudah bekerja sejak 2017, bicara tentang pembuatan sistem, IT, regulasi, kerja sama dengan partner, kita punya mitra distribusi, bekerja sama dengan otoritas lain seperti BI dan OJK. Kita lakukan simulasi, dan Insya Allah semua sudah siap," katanya.

Dia mengatakan, penerbitan SBR003 ini akan menyasar investor usia di bawah 40 tahun. Bahkan, pihaknya mendorong generasi zaman now atau generasi milenial untuk membeli kupon SBN yang diterbitkan pemerintah.

"Karena selama ini, pembeli SBN ritel kita itu kebanyakan usia di atas 40 tahun. Kita ingin perluas basis investor base untuk penduduk yang memang di bawah usia 40 tahun. Bukan hanya 40 tahun ke bawah, tapi juga generasi milenial," imbuh dia.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak