alexametrics

IHSG Ditutup Naik Tipis ke Level 5.841, Bursa Asia Lebih Rendah

loading...
IHSG Ditutup Naik Tipis ke Level 5.841, Bursa Asia Lebih Rendah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (16/5/2018) berakhir berbalik menguat, usai mencetak kenaikan tipis 3,35 poin. Foto/Ilustrasi, SINDO Photo
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (16/5/2018) berakhir berbalik menguat, usai mencetak kenaikan tipis setelah pada sesi pembukaan sempat berkutat pada jalur negatif. IHSG ditutup menguat ke level 5.841,46 dengan tambahan 3,35 poin atau setara 0,06%.

Pada sesi siang tadi, IHSG sempat tenggelam cukup dalam mencapai sebesar 1,34% atau 78,11 ke level 5.760,00. Tadi pagi, bursa saham Tanah Air kehilangan 0,91% menjadi 5.785,21 sedangkan kemarin IHSG berakhir anjlok ke level 5.838,12 dengan penurunan 109,04 poin atau 1,83%.



Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore bergerak variatif dipimpin kenaikan tertinggi sektor infrastruktur mencapai 2,19% diikuti lonjakan pertambangan sebesar 1,01%. Di sisi lain pelemahan terjadi pada sektor consumer yang jatuh 0,76%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp8,71 triliun dengan 9,09 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp488,35 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp4,11 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp3,62 triliun. Tercatat sebesar 147 saham menguat, 228 saham melemah dan 128 saham stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp825 menjadi Rp69.000, PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES) bertambah Rp90 menjadi Rp1.215 dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL) meningkat Rp85 menjadi Rp1.835.

Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) turun Rp175 ke posisi Rp4.950, PT Astra International Tbk. (ASII) menyusut Rp100 ke posisi Rp6.825 serta PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) berkurang Rp60 menjadi Rp2.240.

Seperti dilansir CNBC, sebagian besar saham Asia berakhir lebih rendah pada akhir perdagangan hari ini, di tengah ketidakpastian geopolitik yang berkaitan dengan Korea Utara. Ditambah imbal hasil obligasi AS yang meningkat ke level tertinggi dalam tujuh tahun beruntun ikut berdampak kepada bursa saham.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak