alexametrics

Tambah 48 Outlet, Duck King Anggarkan Rp670 Miliar

loading...
Tambah 48 Outlet, Duck King Anggarkan Rp670 Miliar
Manajemen jaringan restoran The Duck King memaparkan rencana bisnis perusahaan di Jakarta, Rabu (16/5/2018). Foto/Yanuar
A+ A-
JAKARTA - PT Jaya Bersama Indo (JBI) selalu pengelola jaringan restoran The Duck King menganggarkan dana sekitar Rp670 miliar untuk menambah 48 gerai baru hingga tiga tahun ke depan.

Direktur Keuangan Jaya Bersama Indo Dewi Tio mengatakan, dana ekspansi tersebut bersumber dari penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) yang akan dilakukan perusahaan bulan depan.

"Capex untuk ekspansi, 80% dari IPO. Kita butuh tiga tahun senilai Rp670 miliar dengan rincian tambah 11 gerai 2018, 18 gerai di 2019 dan 19 gerai di 2020," ujarnya di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Menurutnya, JBI menjadi salah satu jaringan restoran yang paling cepat berkembang dengan jumlah gerai sebanyak 35 yang tersebar di sembilan kota di Indonesia.

Perusahaan memiliki tiga merek utama yaitu The Duck King, Fook Yew dan Panda Bowl, serta tujuh sub-merek dari The Duck King untuk menangkap permintaan di segmen konsumen kelas menengah yang sedang tumbuh di Indonesia.

Restoran yang dikelola perusahaan, kata Dewi, juga tumbuh sebagai merek internasional. Sesuai rencana, JBI akan memperluas usaha ke pasar internasional.

Perusahaan menyasar ekspansi cabang ke Vietnam, Myanmar, dan Kamboja. "Cabang baru tahun ini, satu lokasi di Vietnam, sisanya domestik. Tahun berikutnya, buka dua lagi di luar, masih di Vietnam dan satu lagi di Kamboja. Pendapatan bisa tumbuh 30% kalau pembukaan berlangsung mulus," pungkas Dewi.

Adapun, JBl membuka restoran pertama di Senayan Trade Centre, Jakarta, 2003 silam. Perusahaan fokus pada masakan tradisional China, tanpa daging dan lemak babi. Hidangan utamanya adalah bebek peking panggang.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak