alexametrics

Sebanyak 24 Desa di Riau Kini Nikmati Listrik 24 Jam

loading...
Sebanyak 24 Desa di Riau Kini Nikmati Listrik 24 Jam
Peresmian penyalaan listrik 24 desa di Provinsi Riau, Selasa (15/5/2018). Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - Sebanyak 24 desa di Provinsi Riau kini dapat menikmati listrik 24 jam penuh. Hal ini terwujud setelah PT PLN (Persero) membangun infrastruktur kelistrikan dengan investasi mencapai Rp45 miliar.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi mengungkapkan kondisi listrik di desa-desa tersebut sebelumnya hanya menyala 12 jam saja, itupun dikelola secara mandiri oleh warga.

"Patut disyukuri karena saat ini 24 desa itu dapat menikmati listrik selama 24 jam dan pengelolaannya langsung oleh PLN," ujar Ahmad dalam keterangan pers, Rabu (16/5/2018).

Dia menjelaskan, sebelum listrik PLN masuk, masyarakat harus mengeluarkan biaya bayar rata-rata Rp750.000 per bulan untuk pasokan listrik yang hanya selama 12 jam per hari. Kini, selain mendapatkan pasokan listrik penuh selama 24 jam, biayanya pun lebih murah, yaitu rata-rata Rp250.000 per bulan.

General Manager PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau Irwansyah menerangkan, dengan tambahan 24 desa, hingga Mei 2018 PLN telah melistriki 1.672 desa dari 1.835 desa yang ada di Provinsi Riau. Angka ini menjadikan rasio desa berlistrik di Provinsi Riau menjadi 91,1%.

Irwansyah mengaku, banyak tantangan yang dihadapi PLN dalam upayanya melistrik desa-desa di Riau, seperti yang terjadi di Indragiri Hilir dan Kepulauan Meranti.

"Tempatnya saja susah dicapai. Hanya dapat diakses lewat kapal motor selama dua jam dari Tembilahan dan tidak bisa diakses mengunakan kendaraan roda empat," ungkapnya.

Hampir semua sisa desa yang belum berlistrik menurutnya terkendala pada pengiriman peralatan listrik karena harus melalui sungai dan anak-anak sungai. Bahkan, untuk sampai ke jalan-jalan desa, petugas harus gotong royong dengan warga memikul tiang-tiang listrik serta material listrik utama.

"Ini karena akses jalan untuk dilewati kendaraan pengangkut material distribusi utama tidak memadai," tuturnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak