alexametrics

Pemkot Salatiga Jamin Stok Pangan Aman Selama Ramadhan

loading...
Pemkot Salatiga Jamin Stok Pangan Aman Selama Ramadhan
Pedagang pasar di Kota Salatiga Jawa Tengah mengatakan stok pangan aman selama Ramadhan hingga Lebaran. Foto/SINDOnews/Angga Rosa AD
A+ A-
SALATIGA - Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga, Jawa Tengah, menjamin ketahanan stok pangan selama Ramadhan hingga Lebaran nanti aman. Bahkan stok pangan yang dimiliki sejumlah distributor di Salatiga cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga Ardiyantara menyatakan, ketersedian stok kebutuhan pokok pangan masyarakat di Kota Salatiga, khususnya beras, gula pasir, minyak goreng, daging sapi dan daging ayam secara umum cukup tersedia. Sebagian besar pedagang siap menambah stok apabila selama Ramadhan hingga Lebaran nanti, terjadi peningkatan permintaan barang kebutuhan pokok masyarakat.

"Berdasarkan hasil survei harian di pasar, stok sembako cukup tersedia. Jika ada lonjakan kebutuhan pangan, distributor siap menambah stok," katanya, Rabu (16/5/2018).

Muslikin, 45, pedagang kebutuhan pokok masyarakat di Pasar Raya I Salatiga menuturkan, stok barang kebutuhan pokok yang dimilikinya dan pedagang lain, cukup untuk memenuhi permintaan konsumen selama beberapa pekan ke depan. Pertengahan Ramadhan nanti, sebagian besar pedagang pasti akan menambah stok karena menjelang Lebaran, pasar ramai dan permintaan konsumen meningkat.

"Stok sembako bisa dipastikan aman. Sebab saat menjelang Ramadhan dan Lebaran, distributor juga menambah stok," tuturnya.

Darmi, 57, pedagang lain mengatakan, permintaan sembako setiap Ramadhan dan Lebaran pasti naik. Para pedagang tentunya juga telah mempersiapkan diri untuk memenuhi permintaan konsumen. "Jika permintaan naik, pedagang menambah stok. Jadi stok pasti aman," ujarnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak