alexametrics

Konsumsi BBM Naik 14% Selama Ramadhan

loading...
Konsumsi BBM Naik 14% Selama Ramadhan
Konsumsi BBM naik 14% selama Ramadhan. Foto/SINDOnews
A+ A-
SURABAYA - Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jawa Timur-Bali-Nusa Tenggara memperkirakan, selama bulan Ramadhan hingga Lebaran, konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) baik gasoline (premium, pertalite, pertamax series) dan gasoil (solar) akan naik hingga 14%. Konsumsi normal harian BBM untuk wilayah Jatim untuk semua jenis mencapai 18.286 kilo liter (kl).

Rinciannya, premium dari rata-rata per hari sebesar 2.280 KL menjadi 2.599 KL. Pertalite dari 7.021 kl per hari menjadi 8.004 kl per hari. Pertamax dari 3.139 kl per hari menjadi 3.578 kl per hari. Pertamax Turbo dari 113 kl per hari menjadi 130 kl per hari.

Solar dari 5.492 kl per hari menjadi 5.217 kl per hari. Dexlite dari 155 kl per hari menjadi 176 kl per hari. Pertamina Dex dari 80 kl per hari menjadi 85 kl per hari. "Kami prediksi puncak peningkatan konsumsi BBM terjadi pada tanggal 9-10 Juni 2018," ujar General Manager Pertamina MOR V Ibnu Chouldum, Rabu (16/5/2018).

Selain menambah pasokan, Pertamina juga membentuk tim Satgas khusus yang bertugas memantau kelancaran penyaluran BBM dan LPG. Tim Satgas ini beroperasi pada H-14 hingga H+7 Lebaran. Pertamina juga menyiapkan SPBU mobile storage di 11 titik SPBU di Jatim.

Selanjutnya menyiapkan Kiosk Pertamax yang akan disediakan di 8 titik rest area di Jatim. "Terakhir, menyiapkan motorist Bahan Bakar Khusus (BBK) di ruas tol dan non tol," tandas Ibnu.

Sementara itu, rata-rata konsumsi bulanan LPG PSO (bersubsidi 3 kg) di Jatim sebesar 94.679 metric ton (mt) per bulan. Pada saat Ramadhan dan Lebaran, Pertamina memprediksi adanya peningkatan hingga 7% dari konsumsi normal bulanan atau meningkat menjadi 101.307 MT. Konsumsi LPG Non Subsidi (Bright Gas 5,5 kg, Bright Gas 12 kg, dan LPG 12 kg) di Jatim juga diprediksi meningkat hingga 9% atau 5.006 mt per bulan dibanding konsumsi normal bulanan 4.593 mt.



Pertamina juga mengamankan pasokan LPG dengan cara meelakukan built-upstock di tabung dan menjaga stok di storage agar selalu penuh. Begitu pula built-up stock di agen, pangkalan, dan outlet LPG. Lalu, membentuk 237 Agen Siaga dan 2.426 Pangkalan Siaga.

Pengamanan pasokan LPG juga dilakukan dengan menambah alokasi penyaluran channel distribution sampai dengan 109% dari konsumsi normal. "Kami berupaya memenuhi kebutuhan BBM dan LPG. Sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang," pungkas Ibnu.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak