alexametrics

Ini Alasan Bank Indonesia Naikan Suku Bunga

loading...
Ini Alasan Bank Indonesia Naikan Suku Bunga
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. Foto/SINDOnews/Rina Anggraeni
A+ A-
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) akhirnya memutuskan menaikkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate ke level 4,5% dengan suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75% dan Lending Facility 5,25%.  

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, keputusannya dalam meningkatkan suku bunga sudah dibahas selama dua hari. Hal ini dikarenakan ketidakpastian sentimen pasar yang terus berubah.

"Kita secara umum telah melakukan kajian selama dua hari, kita melihat untuk menjaga stabilitas perkeonomian Indonesia ditengah ketidakpastian yang cukup tinggi di pasar dunia, termasuk adanya satu kondisi rebalancing likuiditas dunia, kita memutuskan untuk mengeluarkan bauran kebijakan. Diantara bauran kebijakan terkait BI 7-Day Rate jadi 4,5%. Kita merespon bauran kebijakan dengan operasional moneter untuk meyakini ketersedian dalam bentuk valas dan pasar keuangan," ujar Agus di Gedung BI, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Dengan menaikan suku bunga, kata dia, akan mengembalikan kepercayaan pasar. Apalagi kenaikan suku bunga ini memang disesuaikan dengan beberapa program pemerintah yang akan ditetapkan, seperti Tax Allowance dan Tax Holiday.

Sambung Agus, dan menaikkan suku bunga ini seiring depresiasi rupiah pada kuartal I 2018. Secara point-to-point, rupiah melemah 1,47% pada kuartal I 2018 dan 1,06% pada April 2018. Perkembangan nilai tukar rupiah masih terkendali ditopang oleh fundamental ekonomi Indonesia yang terjaga dan langkah stabilisasi secara terukur yang ditempuh Bank Indonesia.

Langkah stabilisasi nilai tukar rupiah di periode penyesuaian likuiditas global ini, juga ditopang upaya mengoptimalkan instrumen operasi moneter untuk tetap menjaga ketersediaan likuditas.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak