alexametrics

Suku Bunga Acuan Naik 25 Bps, Langkah BI Dinilai Terlambat

loading...
Suku Bunga Acuan Naik 25 Bps, Langkah BI Dinilai Terlambat
Langkah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Repo Rate sebesar 25 basis poin ke level 4,5% menurut Ekonom Indef dinilai sedikit terlambat. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Langkah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI-7 days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin ke level 4,5% menurut Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira merupakan kebijakan yang terlambat. Pasalnya terang dia, seharusnya suku bunga naik sebelum terjadi pelemahan pada nilai tukar rupiah.

Meskipun bisa dibilang terlambat ketika beberapa Bank Sentral di Asia Tenggara sudah lebih dulu menaikkan suku bunga, Bhima tetap memuji upaya yang dilakukan BI. "Langkah BI sudah tepat, meskipun terbilang sedikit terlambat karena bank sentral negara lain seperti Malaysia dan Singapura lebih dulu naikkan bunga acuan. Harapannya ada penguatan nilai tukar rupiah karena kebijakan BI ini," ungkapnya saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Jumat (18/5/2018).

(Baca Juga: Suku Bunga Dikerek, BI Pastikan Tak Bebani Pertumbuhan Ekonomi)



Sementara terkait dampaknya terhadap pergerakan mata uang Garuda, Ia memperkirakan rupiah bakal kembali menguat di kisaran level Rp13.800-Rp13.900/USD sampai dengan akhir bulan Mei. Hal ini seiring meningkatnya sentimen pasar terhadap suku bunga yang naik, meski belakangan kejatuhan rupiah semakin dalam hingga menyentuh level Rp14.130/USD.

"Diprediksi sampai akhir Mei, rupiah berada di level 13.800-13.900. Bunga acuan yang naik akan menahan keluarnya dana asing terutama di pasar modal karena return beberapa instrumen investasi domestik menjadi lebih menarik," paparnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak