alexametrics

Rupiah Berakhir Terkapar Saat Euro Lanjutkan Tren Penurunan

loading...
Rupiah Berakhir Terkapar Saat Euro Lanjutkan Tren Penurunan
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan, Jumat (18/5/2018) ditutup semakin tak bertenaga untuk mengakhiri sesi di zona merah. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan, Jumat (18/5/2018) ditutup semakin tak bertenaga untuk mengakhiri sesi di zona merah. Anjloknya mata uang Garuda mengiringi kejatuhan euro dalam sepekan.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi akhir perdagangan anjlok menjadi Rp14.150/USD saat berhadapan dengan mata uang Negeri Paman Sam dibanding penutupan sebelumnya Rp14.047/USD. Rupiah bergerak pada level Rp14.038-Rp14.155/USD.

Menurut data Bloomberg di akhir perdagangan, rupiah merosot ke level Rp14.156/USD atau semakin memburuk dari penutupan kemarin Rp14.058/USD. Pergerakan harian rupiah berada di kisaran Rp14.053-Rp14.148/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini terkapar ke posisi Rp14.150/USD atau masih melemah dari sebelumnya. Rupiah sepanjang hari ini terlihat sulit keluar dari zona merah.



Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan pada tren pelemahan menuju level Rp14.107/USD. Posisi ini menunjukkan rupiah tak berdaya dibandingkan posisi penutupan kemarin Rp14.074/USD.

Seperti dilansir Reuters, euro melanjutkan tren penurunan mingguan kelima kali beruntun terhadap dolar Amerika Serikat (USD) untuk pertama kalinya sejak 2015, lalu. Kondisi ketidakpastian politik di Italia terus mengkhawatirkan investor, hingga memberikan tekanan terhadap mata uang.

Tercatat euro telah merosot lebih dari USD1,24 dalam kurun waktu tiga besar setelah reli dolar di tengah kekhawatiran tentang tuntutan partai-partai populis yang kemungkinan akan membentuk pemerintahan Italia berikutnya. Sementara pada perdagangan Jumat hari ini, euro meningkat tipis 0,2% menjadi 1,1814 terhadap USD.

Tetapi mata uang euri telah mengalami kejatuhan hampir sebesar 1,2% sepanjang pekan ini. Bahkan pada perdagangan Rabu, kemarin sempat ambruk ke level terendah dalam lima bulan versus USD di level 1,1763.

Hingga sesi sore perdagangan akhir pekan, Jumat hati ini terlihat greenback naik lebih tinggi terhadap Yen Jepang untuk menetapkan posisi tertinggi baru dalam empat bulan. Lonjakan USD masih terimbas kenaikan imbas hasil obligasi AS yang menunjukkan pandangan optimistis ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Dolar telah meningkat sebesar 5% sejak pertengahan Februari, hingga menyentuh posisi tertinggi ke level 111,005 terhadap yen untuk menjadi level terkuatnya sejak 23 Januari. Para investor bertaruh bahwa suku bunga AS perlu kembali naik untuk mengekang laju inflasi.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak