alexametrics

Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,8%

loading...
Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,8%
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto/Dok.Kementerian Keuangan
A+ A-
JAKARTA - Badan Pusat Statistik pada awal bulan ini mengumumkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I 2018 mencapai 5,06%. Meski positif, hasil ini di bawah target asumsi APBN 2018 sebesar 5,4% dan dibawah ekspektasi pasar sebesar 5,19%.

Kendati demikian, tidak menyurutkan optimisme pemerintah untuk terus berkerja dan tumbuh. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution bahkan optimis, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan bisa mencapai 5,8%.



Optimisme Darmin berdasarkan meningkatnya investasi di Indonesia. Dengan dua event besar di tahun ini, Asian Games dan pertemuan tahunan IMF-World Bank, ditengarai terus meningkatkan investasi yang ujungnya menumbuhkan perekonomian.

Target mencapai 5,8% ini juga diamini Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Perempuan kelahiran Bandar Lampung ini menjelaskan, bila ingin melihat ekonomi Indonesia, juga harus memperhatikan pertumbuhan investasinya.

"Kalau mau lihat ekonomi kita, perhatikan pertumbuhan investasinya, kita paling tinggi. Lihat saja PDB kita menurut pengeluaran itu karena ada pembentukan modal tetap bruto itu makin tinggi kan, itu artinya investasi makin tinggi. Ini sudah tinggi realisasinya loh," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Selain meningkatkan investasi, pemerintah juga akan meningkatkan ekspor dan menekan impor agar pertumbuhan ekonomi 5,8% dapat tercapai.

"Memang saat ini impor meningkat. Tapi investasi kita juga meningkat dan ini sebenarnya untuk mengisi, bukan hanya ekspor tetapi subtitusi impor," katanya.

Dan lanjut dia, sasaran pertumbuhan ekonomi ini akan diarahkan untuk mendorong pemerataan pembangunan. Seperti percepatan pembangunan di kawasan timur Indonesia, wilayah perbatasan, kawasan terluar dan daerah tertinggal.

Pemerataan ini dinilai penting, pasalnya beberapa daerah di Indonesia masih mengandalkan sumber daya alam untuk menopang perekonomiannya. Sehingga diperlukan pembangunan ekonomi yang inovatif, produktif, dan berdaya saing. Salah satunya mendorong industri berbasis ekonomi digital dan perekonomian yang memberi nilai tambah, agar tidak rentan saat terjadi gejolak harga komoditas.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak