alexametrics

Harga Minyak Turun Karena Aksi Ambil Untung Para Pedagang

loading...
Harga Minyak Turun Karena Aksi Ambil Untung Para Pedagang
Harga minyak turun setelah aksi profit taking pedagang. Foto/Istimewa
A+ A-
LONDON - Harga minyak mentah tergelincir pada Sabtu (19/5/2018), karena aksi ambil untung alias profit taking para pedagang menyusul kejatuhan produksi minyak di Venezuela. Meski demikian, harga minyak masih di level tinggi selama tiga pekan berturut-turut.

Melansir dari Reuters, harga minyak mentah AS, West Texas Intermediate jatuh 21 sen menjadi USD71,28 per barel. Dan harga minyak mentah Brent International menurun 81 sen atau 1% ke level USD78,49 per barel.



Sebelumnya, harga Brent menembus USD80 per barel untuk pertama kalinya sejak November 2014 pada perdagangan Kamis (17/5). Tetapi harga minyak hari ini mundur, karena harga minyak sudah berada di wilayah overbought alias titik jenuh beli. Dan pedagang melakukan profit taking karena kekhawatiran akan berkurangnya pasokan. Harga Brent sendiri sudah menguat 17% sejak awal tahun 2018.

"Harga minyak sudah berada di wilayah overbought, yang telah mendorong beberapa aksi ambil untung dalam sesi perdagangan hari ini," kata Abhishek Kumar, analis senior bidang energi di Interfax Energy Global Gas Analytics di London, Inggris.

Para pedagang melihat ke depan soal pemilihan presiden di Venezuela pada hari Minggu besok. Jika Presiden Nicolas Maduro terpilih kembali untuk masa jabatan enam tahun, maka dapat memicu sanksi tambahan dari AS. Sementara itu, AS dan Uni Eropa sudah mendorong kelompok oposisi untuk maju.

Sanksi lebih lanjut dari AS dan Uni Eropa dapat melukai pasokan minyak Venezuela lebih lanjut. Sementara itu, PetrĂ³leos de Venezuela, S.A (PDVSA), perusahaan migas yang dikelola negara sedang mengalami kesulitan utang. Baru-baru ini, mereka menutup kilang minyaknya di Curacao setelah kemenangan ConocoPhillips di pengadilan yang memutuskan mereka membayar USD2 miliar.

Perusahaan jasa keuangan asal Inggris, Barclays mengatakan kondisi di atas bisa membuat produksi minyak Venezuela jatuh di bawah 1 juta barel per hari. Negara ini menghasilkan sekitar 1,4 juta barel per hari pada April 2018, menurut data sekunder OPEC.

Mundurnya produksi Venezuela, pemangkasan produksi oleh OPEC, ditambah sanksi AS untuk Iran, dimana bank investasi Amerika, Jefferies Bank mengatakan sanksi terhadap Iran bisa mengurangi pasokan minyak di pasar hingga 1 juta barel per hari. Sementara itu, permintaan global akan minyak terus meninggi. Kondisi ini membuat India frustasi dengan akan semakin tingginya harga minyak. India sendiri merupakan salah satu konsumen utama minyak selain China dan Jepang.

Menanggapi ini, Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan kepada Menteri Energi India Dharmendra Pradhan, bahwa Kerajaan Saudi tetap mendukung pertumbuhan ekonomi global. "Salah satu tujuan utama kerajaan adalah mendukung pertumbuhan ekonomi global," ujar Khalid. Karena itu, Saudi mengatakan OPEC tetap memastikan kecukupan pasokan minyak dunia.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak