alexametrics

Sambut Ramadhan, Tiga Perusahaan Melantai di BEI

loading...
Sambut Ramadhan, Tiga Perusahaan Melantai di BEI
PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) melakukan penawaran umum saham perdana alias IPO. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Menyambut Ramadhan, tiga perusahaan telah mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini. Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO), PT Royal Prima Tbk (PRIM) dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).

SPTO dan PRIM tercatat di papan pengembangan. Sementara, HEAL tercatat di papan utama. Ketiga perusahaan tersebut menjadi yang ke-12, 13 dan 14 yang mencatatkan saham di BEI di tahun ini.

"Dengan pencatatan saham perdana ketiga perusahaan ini maka telah ada 579 perusahaan tercatat di BEI," ujar Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan BEI Oskar Herliansyah di Jakarta, Sabtu (19/5/2018).

Selain pencatatan saham perdana, ada dua obligasi korporasi yang juga telah dicatatkan di BEI pada pekan ini. Obligasi pertama adalah Obligasi II Bussan Auto Finance Tahun 2018 yang diterbitkan oleh PT Bussan Auto Finance (BAFI) dengan nilai nominal sebesar Rp1 triliun.



Obligasi selanjutnya adalah Obligasi Berkelanjutan II Maybank Finance Tahap I Tahun 2018 yang diterbitkan PT Maybank Indonesia Finance (BIIF) dengan nilai nominal sebesar Rp500 miliar.

Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2018 adalah 28 emisi dari 25 perusahaan senilai Rp45,18 triliun. Dengan pencatatan ini maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 355 emisi dengan nilai nominal outstanding Rp403,97 triliun dan USD47,5 juta yang diterbitkan oleh 113 Perusahaan tercatat.

Sebanyak 89 seri Surat Berharga Negara (SBN) telah tercatat di BEI dengan nilai nominal Rp2.170,29 triliun dan USD200 juta. Selain itu, sebanyak 10 emisi Efek Beragun Aset telah dicatatkan di BEI dengan nilai emisi Rp9,56 triliun.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak