alexametrics

Meraih Untung di Bulan Penuh Berkah

loading...
Meraih Untung di Bulan Penuh Berkah
Meraih Untung di Bulan Penuh Berkah. (Istimewa).
A+ A-
JAKARTA - Ramadhan, bulan suci yang dinanti-nanti umat muslim telah tiba. Tidak hanya momen untuk mendulang pahala dengan ibadah, bulan penuh berkah ini menjadi saat tepat bagi pelaku usaha ritel melipatgandakan pendapatan, menyusul perubahan kultural serta perilaku konsumen yang signifikan, terutama konsumerisme yang meningkat di berbagai macam sektor, baik online maupun offline.

Sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia yaitu sebanyak 230 juta orang, ini tentu menjadi sasaran empuk bagi pebisnis untuk memasarkan produknya di bulan Ramadhan. Setiap tahunnya, transaksi jual beli pada bulan Ramadhan memang selalu meningkat, tidak terkecuali belanja secara online.



Menurut Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), trafik belanja online pada Ramadhan 2017 melonjak hingga 100%. Data selanjutnya mengungkapkan penjualan ritel online di Indonesia di bulan suci tersebut naik sebanyak 80%.

Salah satu ecommerce raksasa di Indonesia, Lazada, mengungkapkan lonjakan trafik tersebut terjadi di jam-jam sahur yaitu 2-4 pagi dan saat menjelang berbuka puasa.

Barang-barang yang populer dicari dan dibeli melingkupi baju, make-up,mainan, serta peralatan elektronik dan peralatan rumah tangga terbaru, dengan data dari Google yang menunjukkan peningkatan sebanyak 1,68 kali lipat untuk pencarian peralatan rumah tangga dari tahun ke tahun.

Pola belanja ini biasanya dilakukan orang Indonesia untuk membeli hadiah bagi orang-orang terkasih seperti keluarga, saudara, dan sahabat. Sementara menurut Google, pencarian tentang fashion muslim selama bulan Ramadhan di Indonesia juga me ning kat sebanyak 1,7 kali lipat yang men capai puncaknya pada tiga minggu se belum Hari Raya Idul Fitri.

Pencarian fashionini didominasi oleh pencarian busana muslim pria. Stefanus Ridwan, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat APPBI mengatakan, peningkatan tran sak si pelaku ritel memang terjadi di bulan puasa. Untuk lini bisnis fashionmisalnya, lanjut dia, umumnya melonjak sekitar 10 sampai tujuh hari menjelang Lebaran.

Hal ini dikarenakan masih lekatnya tradisi masyarakat Indonesia yang mengenakan baju baru saat merayakan kemenangan tersebut. “Apalagi setelah THR (tunjangan hari raya) turun, konsumen langsung berbondongbondong belanja ke mal atau pusat belanja lainnya,” ujarnya saat dihubungi KORAN SINDO, Kamis (17/5/2018).

Menurut dia, selain peritel busana, toko kelontong, supermarket dan hipermarket juga bakal sesak dipenuhi konsumen, bahkan beberapa hari sebelum bulan Ramadhan. Karena di awalawal Ramadan umumnya masyarakat berbuka puasa di rumah dan memasak sendiri makanan untuk keluarga.

“Maka itu, umumnya cafe atau restoran saat awal-awal puasa agak sepi didatangi pengunjung karena pada berbuka di rumah. Namun, setelah itu biasanya ramai lagi karena banyak undangan bukber dengan teman dan kolega,” tutur Stefanus.

Stefanus mengemukakan, untuk menarik minta pengunjung di bulan suci ini, pelaku usaha ritel musti pintar-pintar mengatur strategi. Terutama dengan memberikan gimmick, event, program, promo hingga diskon menarik bagi konsumen yang datang.

Atau bisa juga mendandani interior ritelnya seperti di mal atau restoran menjadi lebih cantik agar pengunjung bisa merasakan atmosfer yang berbeda dan suka mengabadikannya lewat foto. “Coffee shop atau restoran yang instagramable sekarang memang sedang dicari karena pengunjung bisa eksis di media sosial dengan mengunggah foto selfienya,” ujarnya.

Kenaikan transaksi diamini Setyadi Surya, Corporate Secretary PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk. Kata dia, saat puasa, di Ramayana memang terjadi peningkatan pengunjung karena masyarakat begitu antusias menunaikan ibadah. Jumlah peningkatannya berbeda-beda setiap tahunnya mengikuti tren dan momentum yang ada.

“Semoga stabilitas keamanan segera pulih kembali sehingga masyarakat memiliki rasa aman beribadah maupun berbelanja,” imbuh Setyadi. Dalam rangka menggenjot penjualan, Ramayana telah membuka dua gerai baru lagi, sehingga total 119 gerai di seluruh Indonesia.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak