alexametrics

Menteri Susi Sebut Rp300 Triliun Subsidi Solar Dicuri Kapal Asing

loading...
Menteri Susi Sebut Rp300 Triliun Subsidi Solar Dicuri Kapal Asing
Menteri Susi Pudjiastuti mengungkapkan kapal asing pencuri ikan juga menyebabkan hilangnya subsidi solar hingga mencapai ratusan triliunan rupiah. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Susi Pudjiastuti mengutarakan, bahwa kapal asing semakin cerdik dalam menangkap ikan di area laut Indonesia. Kerugian yang disebabkan kapal pencuri yakni hilangnya subsidi solar kepada para nelayan mencapai ratusan triliunan rupiah, akibat kebocoran distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di tengah laut.  

"300 triliun subsidi solar dicuri oleh kapal asing. Karena mereka menggunakan kapal narkoba itu pakai kapal ikan. Itu sangat merugikan kita," ujar Menteri Susi di Gedung KKP, Jakarta, Senin (21/5/2018).

Hal itu lantaran banyak kapal penangkap ikan berbendera asing melakukan pengisian bahan bakar di perairan Indonesia. Diduga bahan bakar yang dikonsumsi merupakan BBM bersubsidi yang selama ini ditimbun oleh para spekulan. 

(Baca Juga: Revisi UU Perikanan Mendesak, Susi Tetap Tenggelamkan Kapal)

Lebih lanjut, Susi mengungkapkan bahwa masih ada 7000 kapal asing yang menangkap ikan di wilayah Indonesia. Hal ini, terang dia tentunya mengurangi produksi nelayan hingga 50%.

"Lebih 7.000 kapal ikan asing nangkap ikan di Indonesia bertahun-tahun hingga mengurangi 50% jumlah nelayan Indonesia dari 2003-2013. Hasil sensus pemerintah dan bank dunia menyebutkan tinggal 800 ribu nelayan di Indonesia. Ini membangkrutkan 18 eksportir ikan dan udang dalam periode yang sama," paparnya.

Lantaran hal itu, Menteri Susi mengambil langkah dalam mencegah terjadinya illegal fishing dengan menenggelamkan kapal asing yang mencoba mengambil ikan tanpa izin dari pemerintah Indonesia.

"Kata tenggelamkan itu ada di UUD kita dan itu luar biasa. Sehingga presiden memerintahkan sudah eksekusi atau tenggelamkan aja. Mau kapan selesainya. Berapa persen aparat atau office harus hilang karena indikasi kerjasama. Justru ini menyelamatkan semuanya. Kita enggak mau banyak kerugian yang terjadi," tukasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak