WPI Panen Perdana di Banyuasin, Optimistis Kemitraan Sejahterakan Petani
Selasa, 30 Januari 2024 - 17:53 WIB
loading...
A
A
A
Di depan para petani, Saronto juga mengharapkan mereka taat dengan komitmen. Artinya ketika petani sudah dibantu pendampingan, suplai bibit dan pupuk, petani menjual hasil panennya ke WPI. Bukan ke pihak lain. ”Saya yakin di Muara Telang ini, petaninya setia,” tandasnya.
Di Sumatera Selatan sendiri, sudah ada 2.300 ha lahan pertanian yang bermitra dengan WPI. Kabupaten Banyuasin berkontribusi paling besar sekitar 2.200 hektare. Bahkan, Kecamatan Muara Telang mencapai 1.005 hektare. Lahan tersebut tersebar di Banyuasin, Ogan Ilir, dan Oku Timur.
Tahun ini WPI menargetkan kemitraan sebanyak 5.000 hektare dengan petani di Sumsel. ”Di Sumsel saat ini kita fokus di tiga wilayah ini,” tuturnya. Baca juga: 46% Irigasi di Indonesia Rusak, Wamendagri Dorong Pemda Lakukan Perbaikan
Sedangkan secara nasional, tahun ini WPI menargetkan kemitraan 20.000 ha atau meningkat 58,7% dibandingkan dengan tahun lalu sebanyak 12.600 hektare. Saat ini WPI sudah beroperasi di 19 kabupaten di Indonesia yang tersebar di Jawa Timur, Banten, Lampung, Sumsel, dan Sumut.
Mustakim, salah seorang petani mengaku senang dengan pola kemitraan dari WPI ini. Dengan pola ini maka mengurangi biaya pengeluaran. Dia juga meminta WPI untuk memberikan solusi agar kesuburan tanah bisa tetap terjaga. ”Kami mohon dibantu utk meningkatkan kesuburan tanah,” katanya.
Di Sumatera Selatan sendiri, sudah ada 2.300 ha lahan pertanian yang bermitra dengan WPI. Kabupaten Banyuasin berkontribusi paling besar sekitar 2.200 hektare. Bahkan, Kecamatan Muara Telang mencapai 1.005 hektare. Lahan tersebut tersebar di Banyuasin, Ogan Ilir, dan Oku Timur.
Tahun ini WPI menargetkan kemitraan sebanyak 5.000 hektare dengan petani di Sumsel. ”Di Sumsel saat ini kita fokus di tiga wilayah ini,” tuturnya. Baca juga: 46% Irigasi di Indonesia Rusak, Wamendagri Dorong Pemda Lakukan Perbaikan
Sedangkan secara nasional, tahun ini WPI menargetkan kemitraan 20.000 ha atau meningkat 58,7% dibandingkan dengan tahun lalu sebanyak 12.600 hektare. Saat ini WPI sudah beroperasi di 19 kabupaten di Indonesia yang tersebar di Jawa Timur, Banten, Lampung, Sumsel, dan Sumut.
Mustakim, salah seorang petani mengaku senang dengan pola kemitraan dari WPI ini. Dengan pola ini maka mengurangi biaya pengeluaran. Dia juga meminta WPI untuk memberikan solusi agar kesuburan tanah bisa tetap terjaga. ”Kami mohon dibantu utk meningkatkan kesuburan tanah,” katanya.
(poe)
Lihat Juga :