alexametrics

Malaysia Geser China Jadi Negara Penyumbang Wisman Terbesar ke RI

loading...
Malaysia Geser China Jadi Negara Penyumbang Wisman Terbesar ke RI
Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, Malaysia menjadi negara yang paling besar menyumbangkan turisnya ke Indonesia. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang melancong ke Indonesia pada April 2018 mencapai 1,3 juta orang. Dari jumlah tersebut, Malaysia menjadi negara yang paling besar menyumbangkan turisnya ke Indonesia.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, jumlah wisman Malaysia yang melancong ke Indonesia mencapai 215.339 orang. Malaysia menduduki peringkat pertama, dan menggeser China yang biasanya menyumbangkan turisnya paling besar ke Indoensia.

"Menurut kebangsaan, yang paling banyak itu Malaysia 215.339 orang, Tiongkok, Timor Leste, Singapura, dan Australia. Dengan promosi yang terus menerus dan kontinuitas terjaga, kedepan jumlah wisman akan meningkat dan pariwisata akan jadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Senin (4/6/2018).



Menurutnya, tingginya jumlah turis Negeri Jiran yang berkunjung ke Tanah Air disebabkan karena ada beberapa penerbangan langsung (direct flight) yang dibuka dari Malaysia ke Indonesia. Dia menilai, pembukaan direct flight sangat signifikan meningkatkan jumlah turis yang melancong ke Indonesia.

"Untuk bulan ini, kenapa Malaysia bisa lebih tinggi karena ada beberapa direct flight dari Malaysia ke Indonesia. Ada pembukaan baru, misalnya di Pontianak-Miri dan Pontianak-Kuching. Itu salah satu faktor yang memudahkan turis Malaysia datang kesini. Jadi setiap ada penerbangan rute baru direct itu dampaknya besar," imbuh dia.

Sementara jika dilihat menurut kawasan, selama April 2018 turis yang berasal dari ASEAN mengalami kenaikan sebear 16,44% year on year. Sedangkan turis yang berasla dari luar negara ASEAN meningkat 18,53% pada April 2018. "Kalau Timur Tengah turun 14,99%, dari Eropa juga turun 3,39%, sementara Amerika meningkat 2,33%," tandasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak