alexametrics

Edukasi Masyarakat Kenali Lebih Dekat Asuransi Syariah

loading...
Edukasi Masyarakat Kenali Lebih Dekat Asuransi Syariah
Edukasi Masyarakat Kenali Lebih Dekat Asuransi Syariah
A+ A-
JAKARTA - Pemahaman masyarakat yang kurang terhadap konsep layanan keuangan berbasis Syariah menjadi salah satu alasan penyebab rendahnya penetrasi asuransi Syariah di Indonesia. Dari data Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) diperoleh indeks asuransi Syariah masih di kisaran 2,51%. Angka ini jauh lebih rendah dari angka indeks literasi keuangan terhadap asuransi di kisaran 15,75%.

 

Dari data tersebut, AXA Financial Indonesia giat melakukan edukasi kepada masyarakat untuk mengetahui lebih jauh mengenai asuransi Syariah. AXA Indonesia mendorong kesadaran dan kemampuan masyarakat untuk merencanakan lebih keuangan demi tercapainya kemandirian finansial.

 



Program ini merupakan kelanjutan komitmen AXA Indonesia untuk memberdayakan masyarakat demi kehidupan yang lebih baik di masa depan. Terlebih di bulan Ramadan menjadi momen untuk lebih mengenalkan asuransi Syariah. ’’Kami ingin mengedukasi lebih banyak masyarakat mengenai asuransi Syariah. Tidak hanya meningkatkan literasi keuangan tetap sekaligus akses layanan keuangan Syariah yang lebih luas sesuai kebutuhan nasabah,’’kata Direktur AXA Financial Indonesia Vincentius Wilianto di Jakarta.

 

AXA Indonesia menggandeng Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk melakukan literasi keuangan dan penyuluhan hidup sehat. Program ini sejalan dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang sudah berlangsung sejak Juni 2017. Dengan kemitraan yang berlanhsung setahun, AXA Indonesia dan Kemenkes melalui GERMAS mampu menyentuh 600 peserta. ’’Kerja sama AXA dengan Kementerian Kesehatan merupakan langkah strategis perusahaan untuk menjalankan visinya memberdayakan masyarakat hidup lebih baik,’’kata Benny Waworuntu, chief corporate affairs AXA Indonesia.
(aww)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak