alexametrics

Keberatan THR Pakai APBD, Risma Ditelepon Sri Mulyani

loading...
Keberatan THR Pakai APBD, Risma Ditelepon Sri Mulyani
Menkeu Sri Mulyani menelepon langsung para kepala daerah mengenai pembayaran THR PNS. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku keberatan anggaran Tunjangan Hari Raya (THR) memakai dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menanggapi itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menelepon langsung Risma.

"Saya sudah bicara dengan Ibu Risma tadi pagi," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (6/6/2018).

Sri Mulyani mengatakan, tidak hanya satu walikota saja yang dihubungi olehnya, tapi seluruh kepala daerah di tiap wilayah untuk memastikan pembayaran THR tersebut. "Kita telepon satu-satu, kita cek satu-satu, provinsi dan kabupaten telah menganggarkan THR atau dalam nomenklatur daerah itu disebut gaji keempat belas," jelasnya.



Sementara, kata Sri Mulyani, beberapa daerah sebenarnya sudah membayaran THR ke aparatur sipil negara mulai hari ini, tapi masih ada yang belum.

"Itu sudah dianggarkan banyak daerah, sudah dibayarkan mulai hari ini atau besok. Sebagian ada yang menganggarkan dalam bentuk gaji pokok dan sebagian lain (yang belum) sekitar 150 (daerah)" tutur Sri Mulyani.

Dia menambahkan, adanya kenaikan jumlah THR tidak berdampak karena ada daerah yang sudah menganggarkan berdasarkan penerimaan bulan Mei.

"Itu berarti seluruh total. Kalau daerah yang mungkin selama ini menganggarkan gaji pokok maka mereka perlu melakukan penyesuaian," pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kaget ketika mendengar kabar THR untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sudah diumumkan Presiden Joko Widodo dibebankan kepada daerah. "Saya belum dapat edaran tuh, mosok sih? Berat kalau seperti ini. Nanti aku bicarakan dulu dengan DPRD," ujar Risma, Selasa (5/6) lalu.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak