alexametrics

Kendati Pasar Properti Lesu, Apartemen Tetap Tumbuh

loading...
Kendati Pasar Properti Lesu, Apartemen Tetap Tumbuh
Kendati pasar properti nasional turun, pasar apartemen justru meningkat. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Meskipun pasar properti nasional turun, namun pasar apartemen justru meningkat. Hal ini didukung oleh tingginya minat generasi milenial terhadap properti tipe apartemen khususnya di kota besar. Berdasarkan Rumah.com Property Index, harga apartemen secara nasional melonjak drastis dalam tiga tahun terakhir. Peningkatan harga apartemen tetap stabil bahkan meski berada dalam periode Ramadan.

Country Manager Rumah.com Marine Novita menjelaskan bahwa pada periode Ramadhan 2016, yang dimulai pada awal Juni 2016 (akhir kuartal kedua) dan berakhir di awal Juli 2016 (awal kuartal ketiga), tren pasar apartemen meningkat 1,1% pada kuartal ketiga (Q3) dibandingkan kuartal kedua (quarter on quarter/q-o-q). Selanjutnya, pada periode Ramadhan 2017, yang dimulai pada akhir Mei 2017 dan berakhir di akhir Juni 2017 (kuartal kedua), peningkatan juga tetap terjadi.

"Index menunjukkan kenaikan sebesar 2% pada Q3 dari Q2. Secara tahunan, Index menunjukkan kenaikan harga sebesar 10,5% pada Q1 2018 dibandingkan Q1 2017," jelasnya di Jakarta, Senin (11/6/2018).
 
Tren ini berbeda jika dibandingkan dengan tren pasar properti secara keseluruhan, yang juga mengukur rumah tapak. Pada periode Ramadhan 2016, tren pasar properti mulai menurun 0,4% pada Q3 (q-o-q). Selanjutnya, pada periode Ramadan 2017, penurunan sebesar 0,1% juga terjadi pada Q3. Tren pasar properti di fase Ramadhan secara tradisional menurun karena pengeluaran konsumen lebih banyak pada belanja konsumtif.
 
Optimisme pasar properti di sektor apartemen ini dirasakan oleh Agus Susilo, Direktur Utama Cimanggis City Apartment, Depok. Menurutnya, penjualan di bulan Ramadhan tetap terjaga. Pada bulan Mei, pihaknya berhasil menjual 51 unit.

Di samping kemudahan pembiayaan seperti cicilan uang muka, gimmick marketing yang disesuaikan dengan event yang sedang berlangsung, cukup ampuh untuk menarik minat konsumen. Agus antara lain menggelar acara buka bersama (bukber) sebagai ajang membagikan informasi produk, serta menawarkan bonus umrah. Sekitar 30% akad di bulan Mei, kata dia, terjadi saat bukber.

"Sebanyak 30-40% pembelinya berasal dari kalangan milenial, di bawah 35 tahun, beberapa masih lajang," ujar Agus.
 
Ketertarikan milenial terhadap properti, khususnya apartemen, juga tercermin dari Rumah.com Property Affordability Sentiment Index. Survei yang dilakukan Rumah.com bersama lembaga survei Singapura, Intuit itu menunjukkan bahwa sebanyak 59% responden berusia 20-39 tahun tertarik membeli apartemen dalam enam bulan ke depan. Minat yang lebih tinggi lagi ditunjukkan oleh generasi selanjutnya. Sebanyak 61% responden usia 40-60 tahun menyatakan berminat membeli apartemen dalam enam bulan ke depan.
                
Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan menilai, dari sudut pandang konsumen milenial, apartemen adalah properti yang menarik. Letaknya yang strategis mendukung karakter mereka yang aktif dan dinamis.

"Apartemen biasanya terletak tak jauh dari pusat hiburan serta mudah menjangkau akses transportasi. Harganya juga masih bisa dijangkau oleh mereka yang berpenghasilan di bawah Rp10 juta," paparnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak