alexametrics

Harga Minyak Jatuh Karena Meningkatnya Pasokan Tiga Negara

loading...
Harga Minyak Jatuh Karena Meningkatnya Pasokan Tiga Negara
Harga minyak jatuh seiring meningkatnya pasokan Amerika Serikat, Rusia, dan Arab Saudi. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
SINGAPURA - Harga minyak mentah jatuh pada perdagangan Rabu (13/6/2018), disebabkan meningkatnya pasokan minyak di Amerika Serikat, Rusia, dan Arab Saudi. Ikhtiar OPEC untuk memangkas produksi dinilai telah melonggar.

Melansir dari Reuters, harga minyak mentah Brent International turun 39 sen atau 0,5% menjadi USD75,49 per barel pada pukul 00:05 GMT. Harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) melemah 44 sen alias 0,7% menjadi USD65,92 per barel.



Meningkatnya pasokan minyak Rusia dan Arab Saudi membuat Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan menggelar pertemuan pada 22 Juni di Wina, Austria, demi membahas kebijakan produksi masa depan.

"Prospek mengurangi pasokan dari produsen minyak yang dipimpin OPEC tercermin dari aksi harga minyak secara keseluruhan," kata Lukman Otunuga, analis di FXTM di Singapura.

Di Amerika Serikat, American Petroleum Institute (API) melaporkan pada Selasa lewat, persediaan minyak mentah AS naik 830 ribu barel dalam seminggu hingga 8 Juni, total menjadi 433,7 juta barel.

Alhasil, pasokan minyak mentah AS meningkat dari lonjakan produksi minyak mentah Negeri Paman Sam yang mencapai 28% dalam dua tahun terakhir, ke rekor 10,8 juta barel per hari (bph).

Sementara itu, produksi minyak Rusia kembali naik di atas 11 juta bph pada Juni ini, dan produksi Saudi melompat kembali di atas 10 juta bph di bulan sekarang.

"Dengan meningkatnya produksi tiga negara ditambah kenaikan produksi minyak shale AS menambah kesengsaraan harga minyak. Ini membuat kembali kekhawatiran soal kelebihan pasokan. Penurunan harga lebih lanjut bisa menjadi kemungkinan dalam jangka menengah," tukas Otunuga.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak