alexametrics

Daerah 3T Sasaran Utama Penyambungan Gratis Listrik 450 VA

loading...
Daerah 3T Sasaran Utama Penyambungan Gratis Listrik 450 VA
Pemerintah memprioritaskan daerah 3T untuk menerima bantuan pemasangan listrik 450 VA gratis. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah menetapkan daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) sebagai sasaran utama pemberian bantuan dalam bentuk penyambungan gratis daya listrik 450 VA. Pemerintah masih melakukan kajian penggunaan jenis pembangkit yang cocok untuk percepatan elektrifikasi pada wilayah 3T tersebut.

"Iya 3T saja. Itu kan diutamakan sekarang, (implementasinya) bisa dalam bentuk lisdes (listrik desa) dari PLN," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy Noorsaman Sommeng seperti dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Sabtu (23/6/2018).

Andy menjelaskan, alasan utama pemerintah fokus pada wilayah terisolir adalah masih rendahnya konsumsi masyarakat atas penggunaan listrik. Penyediaan pemasangan listrik gratis 450 VA, jelas Andy, menjadi penting bagi masyarakat miskin dan rentan miskin karena biaya pemasangan listrik selama ini dibebankan kepada para pelanggan.

Padahal, semakin tinggi daya listrik, semakin tinggi pula biaya pemasangan tersebut. "Kalau 3T kan kemampuan daya beli masih rendah, mau tidak mau disediakan (pemasangan listriknya)," kata Andy.

Meski begitu, Andy menambahkan, tidak menutup kemungkinan subsidi tersebut juga akan diberikan bagi masyarakat di wilayah pulau Jawa yang tergolong masyarakat miskin dan rentan miskin yang belum terdapat dalam data terpadu yang mengajukan pemasangan listrik baru berdaya 450 VA ke PLN.

Terkait subsidi listrik bagi pelanggan daya 900 VA untuk rumah tangga, Andy menjelaskan, pencantuman dalam data terpadu tidak akan diubah, bahkan pemerintah akan menambah jumlah pemberian subsidi listrik berdaya 900 VA apabila dimungkinkan.

"Tidak ada yang dikurangi (subsidi listrik 900 VA). Justru malah kemungkinan naik ada karena ada pelanggan baru," tegasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak