alexametrics

OCBC Nisp Salurkan Pembiayaan Rp100 Miliar ke PT KPBN

loading...
OCBC Nisp Salurkan Pembiayaan Rp100 Miliar ke PT KPBN
Bank OCBC NISP menyalurkan pembiayaan sebesar Rp100 miliar ke PT KPBN. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Bank OCBC Nisp Tbk (OCBC NISP) melakukan perjanjian kerja sama dengan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN). Melalui kerja sama ini, Bank OCBC NISP memberikan fasilitas pembiayaan bagi pembeli komoditas teh senilai Rp100 Miliar.

"Sebagai bank yang memiliki fasilitas Trade Financeterlengkap meliputi ekspor, impor, garansi, dan supply chain, Bank OCBC NISP membuktikan komitmennya untuk senantiasa memberikan solusi perdagangan nasabah dalam mengembangkan bisnisnya," ujar Direktur Bank OCBC NISP Martin Widjaja dalam keterangan tertulis, Senin (25/6/2018).

Dia melanjutkan, Bank OCBC NISP mendukung pengembangan usaha KPBNdengan memberikan direct loan dengan limit pembiayaan buyer financing sebesar Rp100 Miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk membantu pembeli teh mendapatkan fasilitas pembiyaan dengan jangka waktu yang lebih panjang sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan volume penjualan komoditas teh.



"Kerjasama ini diharapkan dapat menjadi tonggak awal relasi bisnis antarkedua perusahaan," papar dia.

Ke depannya, kerja sama diharapkan tidak hanya terbatas pada skema buyer financing untuk komoditi teh saja, tapi juga untuk komoditas lain berorientasi ekspor seperti minyak sawit (crude palm oil/CPO), karet, dan kopi.

OCBC NISP menargetkan pertumbuhan kredit sampai akhir tahun dapat di kisaran 10% sampai 15%. Hingga kuartal I/2018, pertumbuhan kredit (gross) sebesar 17% (YoY) mencapai Rp110,7 triliun dari Rp94,5 triliun pada periode yang sama tahun 2017.

Presiden Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja menuturkan, perseroan tidak melakukan revisi target pertumbuhan kredit di tahun ini meski melihat kondisi saat ini pertumbuhan kredit cenderung belum terlalu tinggi.

"Kami lebih ke mid point ya, target 10-15% tetapi harapannya mendekati 15%. Kalau pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia lebih tinggi dari 5,1% harapannya kredit bisa naik juga," kata Parwati.

Pertumbuhan kredit perseroan diikuti dengan kemampuan menjaga kualitas kredit dengan mencatatkan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross sebesar 1,7% dan nett sebesar 0,7%. Berdasarkan jenis penggunaannya, porsi kontribusi kredit modal kerja 45%, kredit investasi 42% dan kredit konsumsi 13%.

Parwati menuturkan, pertumbuhan kredit diperkirakan akan meningkat di kuartal II ini. Oleh karena itu, Bank OCBC NISP optimistis dapat membukukan pertumbuhan kredit sesuai rencana.
(fjo)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak