alexametrics

Kualitas Premium di Indonesia Dinilai Tidak Menentu

loading...
Kualitas Premium di Indonesia Dinilai Tidak Menentu
Kualitas premium di Indonesia dinilai tidak menentu. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Premium dinilai merupakan bahan bakar minyak (BBM) yang tidak cocok dikonsumsi di dalam negeri. Banyak masyarakat yang tidak tahu bahwa bensin premium atau RON 88 adalah BBM oplosan. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Komisi VI DPR Inas Zubir di Jakarta, Senin (25/6/2018).

"ProduksiĀ  premium di kilang-kilang Pertamina tidak dapat memenuhi kebutuhan nasional yang mencapai 23-25 kilo liter (KL) per hari, 50%-nya masih impor," tegasnya.

RON 88 yang diimpor tersebut, lanjut dia, bukan hasil produksi kilang-kilang minyak di luar negeri. Sebab tidak ada lagi yang memproduksi RON 88 selain Pertamina, melainkan hasil oplosan (blending) di Singapura. "Caranya mengoplos 85-90% RON 92 dengan 15-10% Naphta," ungkap Inas.

Pengoplosan ini dilakukan di storage-storage di Singapura atau bahkan di atas kapal dengan cara sirkulasi, dimana hasil dari oplosan ini tentunya tidak pernah akan optimal karena tidak terblending secara sempurna.



"Selain itu, jenis RON 92 yang dioplos pun bisa saja menggunakan RON 92 dengan destilasi rendah, karena terdapat selisih harga antara RON 92 destilate 70 dan 75 yakni 50 sen dolar AS," paparnya.

Artinya, RON 88 atau bensin premium adalah jenis BBM yang tidak menentu kualitasnya. "Informasi kualitas tersebut seharusnya disosialisasikan oleh Pertamina agar masyarakat mengetahui bahwa bensin premium adalah jenis BBM yang kurang baik untuk kendaraan bermotor kita," tegas Inas.

Sehingga ketika pemerintah memutuskan untuk mengurangi atau menghapus bensin premium, maka masyarakat akan memahaminya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak