alexametrics

Kenaikan Suku Bunga Acuan Diyakini Tak Mampu Menguatkan Rupiah

loading...
Kenaikan Suku Bunga Acuan Diyakini Tak Mampu Menguatkan Rupiah
Ekonom menyakini bahwa kenaikan suku bunga yang diperkirakan sampai 25 basis poin (bps) belum bisa menguatkan rupiah yang hingga saat ini masih terkapar. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) dinilai masih memiliki ruang untuk kembali menaikkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebagai upaya menstabilkan perekonomian. Namun Ekonom Indef Bhima Yudhistira menyakini bahwa kenaikan suku bunga yang diperkirakan sampai 25 basis poin (bps) belum bisa menguatkan rupiah.

Pasalnya, sentimen pasar yang masih melemah banyak membuat investor melepas surat berharga negara (SBN) dan belum percaya pada negara berkembang terkait fundamental ekonominya. "Jadi efek kenaikan bunga acuan sebesar 25 bps pun sangat kecil dampaknya dan lebih temporer," terangnya di Jakarta, Jumat (29/6/2018).

"Karena Yield SBN 10 th juga terus naik dikisaran 7,6% menunjukkan investor cenderung melepas kepemilikan SBN. Ada capital outflow dari pasar modal dan surat utang. Investor asing menghindari negara berkembang," sambung Bhima saat dihubungi SINDOnews.



Lebih lanjut, Ia menerangkan bahwa kenaikan suku bunga hanya membuat rupiah menguat sangat kecil, yakni dikisaran Rp14.100-Rp14.150. "Kalaupun ada penguatan terbatas di kisaran 14.100-14.150," paparnya

Saat ini Bank Indonesia temgah melakukan rapat dewan gubernur selama dua hari. Dan akan mengumumkan apakah menjaga atau kembali menaikkan suku bunga acuan dalam menjaga fundamental ekonomi.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak