alexametrics

Tahun Politik, Pasar Properti Nasional Tetap Menarik

loading...
Tahun Politik, Pasar Properti Nasional Tetap Menarik
Pameran properti di Jakarta. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Tahun 2018 dan tahun 2019 merupakan tahun politik nasional. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) telah digelar dan tahun depan Indonesia akan memilih pemimpin baru. Pesta demokrasi diyakini berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan properti nasional.

Country Manager Rumah.com, Marine Novita, mengungkapkan tidak ada gejolak tren harga properti menjelang Pilkada. "Terutama jika berkaca pada dampak Pilkada Banten 2017 dan Pilkada DKI Jakarta 2017 yang sempat memanas," tegasnya di Jakarta, Jumat (29/6/2018).

Dia memaparkan, Rumah.com Property Index ini memiliki akurasi data yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia. Karena merupakan hasil analisa dari 400.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.



"Berkaca pada Pilkada DKI Jakarta 2017, di mana situasi cukup memanas dengan adanya demo yang berjilid-jilid, tren harga properti rupanya tetap stabil, baik sebelum dan sesudah Pilkada. Hal ini juga tercermin dalam kondisi properti di Banten jelang dan setelah Pilkada," ujar Marine.

Data Rumah.com Property Index menunjukkan bahwa tren harga properti DKI Jakarta menunjukkan peningkatan sebesar 2,1% dari kuartal IV 2016 (sebelum Pilkada) ke kuartal I 2017 (periode Pilkada). Sementara itu, pada kuartal II 2017 mengalami peningkatan sebesar 3,3% dibandingkan kuartal I 2017.

Tren yang sama juga terlihat pada tren harga properti di Banten. Peningkatan sebesar 0,4% terjadi pada kuartal I 2017 dibanding kuartal IV 2016. Sementara pada kuartal II 2017 terjadi peningkatan sebesar 1,3% dibanding kuartal I 2017.

Menjelang Pilkada 2018, penurunan terlihat pada kuartal I 2018. DKI Jakarta turun sebesar 0,39% (quarter-on-quarter) sedangkan Banten turun 1,8%. Namun hal ini diyakini bukan akibat Pilkada, melainkan siklus tahunan.

Secara nasional, tren harga properti di awal tahun mengalami penurunan sebesar 0,85% pada kuartal I 2018 terhadap kuartal IV 2017. Namun penurunan ini lebih terkait dengan siklus tahunan yakni Hari Raya Idul Fitri, di mana masyarakat sedang fokus pada pengeluaran untuk menyambut hari raya. Peningkatan diharapkan terjadi pada kuartal II 2018.

Langkah aktif Pemerintah Daerah dalam menjaga gairah industri properti menjadi salah satu faktor yang membuat kepercayaan pelaku industri properti tetap tinggi, seperti yang terjadi di Jawa Tengah. Provinsi ini baru saja menggelar Pilkada pada 27 Juni 2018.

"Di Jawa Tengah, calon pembeli rumah tidak terpengaruh. Politik dan properti justru seperti terpisahkan. Kondisi Pilkada kemarin rapi dan kondusif, begitu juga dengan media sosial, sehingga tidak memberi pengaruh terhadap properti baik pasar bawah sampai atas," ujar Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah, Prijanto.

Jelang Pilpres, Pemda justru mendukung atau memberi kemudahan bagi masyarakat untuk bisa memiliki rumah sehingga kondisi pasar properti meningkat, baik dari sisi undang-undang, keuangan, dan lain-lain. Mendekati Pilpres, nampaknya makin terlihat peluang bagi masyarakat membeli rumah.

Terlepas dari kondisi eksternal pasar properti, masih banyak kebutuhan rumah untuk tempat tinggal yang belum terpenuhi. Hal ini mengakibatkan permintaan bersifat inelastis karena kebutuhan tetap tinggi. Hal lain yang menjaga minat pasar terhadap properti adalah pembangunan infrastruktur yang masif. Jawa Tengah, misalnya, tengah bergairah akibat dibangunnya tol Semarang-Solo.

Bertentangan dengan tren nasional, tren harga properti di Jawa Tengah pada kuartal I 2018 justru mengalami peningkatan sebesar 0,6% dibanding kuartal sebelumnya.

Optimisme senada juga disuarakan oleh Ie Rina, general manager marketing Taruma City, properti yang dikembangkan oleh Agung Podomoro Land (APL) di Karawang, Jawa Barat. Sebelumnya, Rina juga menangani empat proyek APL di Jakarta dalam 16 tahun terakhir.

"Kita (properti) tidak pernah terpengaruh oleh situasi politik. Investasi juga tidak terpengaruh. Jelang Pilpres tahun depan juga tidak terlihat indikasi (berdampak negatif terhadap properti). Khusus untuk di Karawang, ini karena prospek kotanya yang sangat bagus," ujar Rina.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak