alexametrics

Tingkatkan Semangat Jualan Online dengan Belajar Ngelapak

loading...
Tingkatkan Semangat Jualan Online dengan Belajar Ngelapak
A+ A-
MARKETPLACE lokal terbesar di Indonesia, Bukalapak, serius mengembangkan komunitas penjual mereka. Para penjual yang biasa disebut pelapak ini dikumpulkan per wilayah.  Mereka membentuk komunitas dan kerap berkumpul untuk berbagi ilmu. Salah satu program unggulannya ialah Belajar Ngelapak Bersama Komunitas (BNBK).

KORAN SINDO berkesempatan hadir di BNBK yang diselenggarakan di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 30 Juni dan 1 Juli lalu. Sekitar 80 lebih pelapak hadir. Beberapa dari mereka ada juga pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang belum berjualan di Bukalapak. Banjarmasin merupakan daerah yang tinggi potensi pengembangan UKM sesuai misi Bukalapak, memberdayakan UKM di seluruh penjuru Indonesia. Mereka antusias menyimak setiap informasi dari pembicara.

Salah satunya Hendra Wahyudi, 39, yang memiliki akun Bukalapak, tetapi tidak dimanfaatkannya secara maksimal. Dia lebih mengandalkan website untuk menjual kain Sasirangan khas Kalimantan dan parfum impor asal India. Hendra merasa tertarik dan serius ingin jualan di Bukalapak setelah banyak chat yang masuk, tetapi terabaikan. Dia menyadari peluang di Bukalapak cukup besar.

“Saya juga merasa lebih mudah kalau jualan di Bukalapak dan hemat. Tanpa pengeluaran biaya domain dan jasa desain web, semua sudah tersedia, kita tinggal masukin foto dan update stok barang. Saya juga ingin ikut komunitas supaya bisa nanya-nanya lagi lebih jauh,” ujar Hendra.



BNBK memang bertujuan memberikan wawasan kepada para peserta tentang berbisnis secara online di Bukalapak dan meningkatkan keterampilan dalam mengoptimalkan bisnis mereka. Pendampingan juga akan diberikan untuk memastikan perkembangan bisnis peserta. Selain bertujuan memberikan edukasi, BNBK merupakan ruang yang diberikan Bukalapak kepada komunitas untuk berkreasi dan menyelenggarakan kegiatan di komunitasnya masing-masing. Mega Tri Agustina, Community Manager Bukalapak, menjelaskan, memang banyak keuntungan pelapak bergabung dengan komunitas.

“Kalau ada promo dari Bukalapak, mereka menjadi lebih cepat tahu, bahkan ada akses khusus atau slot khusus bagi anggota komunitas. Kami juga akan terus berupaya membimbing mereka agar jualan di Bukalapak selalu meningkat,” ungkap Mega.

Program BNBK di Banjarmasin yang digelar kedua kalinya sejak 2016 ini pun mendapat dukungan mitra Bukalapak, yakni JNE dan Bank BRI. Keduanya juga memberikan materi kepada peserta, pelaku usaha UKM. Perdagangan online tidak terlepas dari ekspedisi sebagai media pengiriman barang. Depi Hariyanto, Kepala Cabang JNE Kalimantan Selatan, langsung memberi informasi seputar layanan mereka, juga saran bagi UKM yang di daerah untuk mempermudah menggunakan layanan JNE. Bank BRI yang diwakili Bima Setiaji, Asisten Manajer Digital Strategi Bank BRI, juga memaparkan mengenai program digital terbaru Bank BRI, yakni Indonesian Mall, yang akan mengumpulkan UKM Indonesia.

Kerja sama juga akan dilakukan dengan Bukalapak sehingga pelapak akan ada di Indonesian Mall. Transaksi yang tercatat juga menjadi data mereka untuk memberikan kredit kepada pelapak. Kisah sukses dan semangat berdagang online juga dibagikan pelapak lokal yang memang sudah menjadi ranger community atau kordinator lapangan di wilayah Banjarmasin, Fajeri Hidayat. Dia mampu membakar semangat para UKM di Banjarmasin untuk berjualan online melalui Bukalapak.

Juga ada Ressy, Ranger Komunitas Bukalapak Yogyakarta, yang memberikan ilmu cara pengoptimalisasian pemasaran barang jualan di Bukalapak dengan teknik pengambilan foto produk dan menulis deskripsi barang yang baik dan benar. Bukalapak menggarap serius komunitas yang sudah tersebar di 86 kota ini. Di luar tujuan utama menggerakkan UKM daerah, komunitas merupakan bagian dari promosi internal Bukalapak. “Dengan berbagai acara yang dilakukan, banyak manfaat yang didapat pelapak. Mereka akan terus loyal kepada kami".
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak